Arti Kata "Galungan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "Galungan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Galungan

Ga·lu·ngan n hari raya umat Hindu Dharma setiap 210 hari sekali, jatuh pd hari Rabu Kliwon, dua kali dl satu tahun

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "Galungan"

📝 Contoh Penggunaan kata "Galungan" dalam Kalimat

1.Pada hari Galungan, umat Hindu melakukan upacara ritual untuk memohon keberkahan.
2.Bulan ini adalah waktu yang tepat untuk mengecek dan membersihkan patung-patung dewa-dewi di rumah kami sebelum hari Galungan.
3.Upacara Galungan diadakan setiap 210 hari sekali, sebagai tanda syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah.
4.Dalam agama Hindu, Galungan dianggap sebagai hari raya yang sangat sakral dan penting.
5.Pada hari Galungan, masyarakat di desa kami berkumpul di lapangan untuk melaksanakan ritual dan berdoa bersama-sama.

📚 Artikel terkait kata "Galungan"

Mengenal Kata 'Galungan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Galungan" - Inspirasi dan Motivasi

Dalam bahasa Indonesia, Galungan memiliki arti resmi sebagai hari raya umat Hindu Dharma yang jatuh setiap 210 hari sekali, yaitu pada hari Rabu Kliwon. Dua kali dalam satu tahun, umat Hindu di Indonesia merayakan Galungan sebagai perayaan kebesaran dan kekuatan Tuhan siwa. Perayaan ini memiliki makna yang sangat dalam, yaitu sebagai peringatan akan pentingnya menjaga keharmonisan dan kebersamaan dalam masyarakat. Galungan memiliki konteks historis dan sosial yang sangat kaya. Perayaan ini memiliki hubungan erat dengan tradisi dan budaya masyarakat Hindu di Indonesia. Selain itu, Galungan juga memiliki simbolisme yang kuat, yaitu sebagai peringatan akan pentingnya menjaga lingkungan hidup dan kelestarian alam. Dalam perayaan Galungan, masyarakat umat Hindu biasanya melakukan upacara-upacara keagamaan, seperti membersihkan lingkungan, membakar tanah, dan melakukan ritual-ritual keagamaan lainnya. Berikut beberapa contoh penggunaan kata Galungan dalam kalimat yang alami: * "Saya akan pergi ke rumah ibu untuk merayakan Galungan ini." * "Perayaan Galungan adalah kesempatan bagi saya untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan saya kepada Tuhan." * "Saya sangat senang bisa merasakan suasana Galungan di rumah bersama keluarga." Dalam kehidupan sehari-hari, Galungan memiliki relevansi yang sangat penting. Perayaan ini bukan hanya sebagai peringatan akan pentingnya menjaga keharmonisan dan kebersamaan dalam masyarakat, tetapi juga sebagai inspirasi dan motivasi bagi kita untuk menjadi orang yang lebih baik. Dalam era modern ini, Galungan dapat menjadi simbol yang kuat dalam menghadapi tantangan-tantangan hidup.