Arti Kata "Hanafi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "Hanafi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Hanafi

Ha·na·fi n mazhab ilmu fikih yg dipelopori oleh Imam Abu Hanifah, dng sumber hukum, yaitu Alquran, sunah Rasul, fatwa sahabat Nabi, istihsan, dan adat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "Hanafi"

📝 Contoh Penggunaan kata "Hanafi" dalam Kalimat

1.Saya adalah peneliti yang berminat dengan mazhab Hanafi dalam filsafat hukum Islam.
2.Dalam mempelajari fikih, mahasiswa diharapkan dapat memahami prinsip-prinsip dasar seperti yang diajarkan oleh Imam Abu Hanifah.
3.Kami akan membahas perbandingan hukum antara mazhab Hanafi dan mazhab Syafi'i dalam diskusi ilmiah.
4.Pada umumnya, masyarakat di kota ini lebih sering mengikuti mazhab Hanafi dalam kehidupan sehari-hari.
5.Pada konferensi internasional, para ahli hukum Islam membahas tentang perkembangan mazhab Hanafi di berbagai negara.

📚 Artikel terkait kata "Hanafi"

Mengenal Kata 'Hanafi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Hanafi" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "Hanafi" seringkali dikaitkan dengan mazhab fikih yang dipelopori oleh Imam Abu Hanifah, salah satu tokoh utama dalam sejarah Islam. Namun, apa yang dimaksud dengan kata "Hanafi" dalam konteks ini? Secara resmi, kata "Hanafi" merujuk pada mazhab ilmu fikih yang berlandaskan pada Alquran, sunah Rasul, fatwa sahabat Nabi, istihsan, dan adat. Mazhab ini dipercaya memiliki keunikan tersendiri dalam memahami dan menerapkan hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dalam prakteknya, mazhab Hanafi telah menjadi salah satu sumber inspirasi dalam kehidupan sosial dan budaya Indonesia. Sebagai contoh, "Hukum Hanafi" seringkali disebutkan dalam konteks pernikahan atau warisan, karena mazhab ini memiliki aturan yang lebih fleksibel dan adil dalam menyelesaikan masalah tersebut. Selain itu, "Pandangan Hanafi" juga seringkali digunakan dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, "Hanafi" juga seringkali dikaitkan dengan nilai-nilai toleransi dan keadilan. Dalam mazhab Hanafi, keadilan dan keadilan sosial dianggap sangat penting dalam menerapkan hukum Islam. Oleh karena itu, "Mazhab Hanafi" seringkali dijadikan sebagai inspirasi dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai keadilan dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.