Arti Kata "abrasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "abrasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

abrasi

ab·ra·si n 1 Geo pengikisan batuan oleh air, es, atau angin yg mengandung dan mengangkut hancuran bahan; 2 Dok a luka lecet atau jejas krn pengikisan kulit oleh benda kasar; b pengikisan selaput lendir (dl membersihkan rahim dsb)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "abrasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "abrasi" dalam Kalimat

1.Pengikisan pantai oleh ombak laut terjadi karena abrasi yang berlangsung selama ribuan tahun.
2.Penggunaan krim yang mengandung bahan anti-abrasi dapat membantu mengurangi kulit yang lecet.
3.Dalam proses abrasi, air sungai mengangkut sedimen ke laut, membantu membentuk pantai baru.
4.Penggunaan obat anti-abrasi dapat membantu mengurangi risiko infeksi pada luka lecet.
5.Dalam geologi, proses abrasi memiliki peran penting dalam membentuk bentang alam dan membentuk daratan.

📚 Artikel terkait kata "abrasi"

Mengenal Kata 'abrasi' - Inspirasi dan Motivasi

Abrasi: Pengikisan Alam yang Mengubah Wajah Bumi

Abrasi adalah proses alam yang terjadi secara terus-menerus, mengikis batuan dan mengubah wajah bumi. Dalam geologi, abrasi adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan proses pengikisan batuan oleh air, es, atau angin yang mengandung dan mengangkut hancuran bahan. Dalam konteks historis, abrasi telah menjadi faktor yang signifikan dalam pembentukan garis pantai dan bentuk muka bumi.

Abrasi juga dapat terjadi pada permukaan kulit manusia. Dalam konteks medis, abrasi adalah luka lecet atau jejas yang terjadi akibat pengikisan kulit oleh benda kasar. Penggunaan kata abrasi dalam kalimat yang alami, seperti "Pengikisan pantai oleh gelombang laut merupakan contoh abrasi yang mengubah wajah bumi" atau "Luka abrasi pada kulitnya membuatnya harus beristirahat untuk beberapa hari".

Dalam kehidupan sehari-hari, abrasi dapat diamati dalam berbagai bentuk. Misalnya, pengikisan batuan oleh air hujan dapat mengubah bentuk jalan dan bangunan, sementara pengikisan kulit oleh benda kasar dapat menyebabkan luka yang memerlukan perawatan. Dalam budaya Indonesia modern, konsep abrasi juga dapat dihubungkan dengan perubahan dan adaptasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami proses abrasi, kita dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya perawatan dan perlindungan terhadap lingkungan serta diri sendiri.