Arti Kata "adenoma" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "adenoma" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

adenoma

ade·no·ma n Dok jaringan kelenjar

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "adenoma"

📝 Contoh Penggunaan kata "adenoma" dalam Kalimat

1.Pasien mengalami adenoma pada kelenjar tiroidnya.
2.Dokter akan melakukan operasi untuk mengangkat adenoma tersebut.
3.adenoma merupakan tumor jinak yang biasanya tidak bersifat ganas.
4.Hasil biopsi menunjukkan adanya adenoma di organ hati.
5.Penelitian terbaru menunjukkan adanya hubungan antara adenoma dan faktor genetik.

📚 Artikel terkait kata "adenoma"

Pengertian Adenoma: Tumor Jinak yang Perlu Diwaspadai

Adenoma: Tumor Jinak yang Perlu Diwaspadai

Adenoma merupakan jenis tumor jinak yang sering ditemukan pada berbagai organ tubuh manusia. Tumor ini umumnya tumbuh lambat dan tidak menimbulkan gejala yang jelas pada awalnya. Namun, adenoma perlu diwaspadai karena dalam beberapa kasus, tumor ini dapat berkembang menjadi ganas. Adenoma dapat muncul di kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, hati, dan berbagai organ lainnya.

Adenoma pada kelenjar tiroid biasanya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Namun, ketika tumor tumbuh lebih besar, pasien dapat mengalami gejala seperti pembengkakan pada leher, sulit menelan, atau perubahan suara. Dokter akan melakukan berbagai tes diagnostik seperti USG atau biopsi untuk memastikan diagnosis adenoma dan menentukan rencana pengobatan yang tepat.

Operasi seringkali menjadi pilihan utama dalam pengobatan adenoma, terutama jika tumor menimbulkan gejala yang mengganggu atau berpotensi menjadi ganas. Prosedur pembedahan biasanya berhasil mengangkat tumor secara keseluruhan dan mengurangi risiko komplikasi. Namun, pasca operasi, pasien perlu menjalani pemantauan rutin untuk memastikan tumor tidak kembali tumbuh atau berubah menjadi ganas.

Studi terbaru menunjukkan adanya kaitan antara adenoma dan faktor genetik. Beberapa kasus adenoma diduga disebabkan oleh mutasi gen tertentu yang memicu pertumbuhan sel-sel abnormal. Oleh karena itu, penelitian genetik dapat membantu dalam identifikasi risiko terkena adenoma dan pengembangan terapi yang lebih efektif dalam mengatasi tumor jinak ini.

Secara keseluruhan, adenoma adalah tumor jinak yang perlu diwaspadai karena potensi berkembang menjadi ganas. Pengetahuan yang lebih baik tentang adenoma dapat membantu dalam deteksi dini, pengobatan yang tepat, dan pencegahan komplikasi yang mungkin timbul. Konsultasikan dengan dokter spesialis untuk informasi lebih lanjut mengenai adenoma dan langkah-langkah yang perlu diambil dalam mengelola kondisi ini.