Arti Kata "akseptabel" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "akseptabel" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

akseptabel

ak·sep·ta·bel /akséptabel/ a 1 dapat atau pantas diterima; berterima: usulnya praktis dan --; 2 cukup; memadai: tarian itu dianggap -- untuk ditampilkan di depan tamu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "akseptabel"

📝 Contoh Penggunaan kata "akseptabel" dalam Kalimat

1.Tindakan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut dianggap akseptabel oleh masyarakat.
2.Pakaian yang dikenakan oleh tamu undangan harus sesuai dengan standar akseptabel acara.
3.Kriteria penilaian karya seni tersebut sangat subjektif, namun harus tetap akseptabel.
4.Sikapnya yang santun dan sopan dianggap sebagai sikap yang akseptabel di lingkungan kerja.
5.Keputusan yang diambil oleh pemerintah haruslah akseptabel oleh semua pihak yang terlibat.

📚 Artikel terkait kata "akseptabel"

Arti Kata akseptabel Menurut KBBI

Pengertian Akseptabel

Akseptabel merupakan sebuah kata sifat dalam bahasa Indonesia yang digunakan untuk menyatakan sesuatu yang dapat diterima atau layak diterima menurut norma, standar, atau kriteria tertentu. Apabila suatu hal dianggap akseptabel, maka hal tersebut dianggap memenuhi syarat atau standar yang ditetapkan.

Sebagai contoh, dalam konteks sosial, perilaku yang dianggap akseptabel adalah perilaku yang sesuai dengan norma dan etika yang berlaku di masyarakat. Hal ini mencakup sikap, tutur kata, serta tindakan yang dianggap pantas dan layak oleh sebagian besar orang.

Dalam dunia bisnis, sebuah keputusan yang diambil oleh perusahaan harus dapat dianggap akseptabel oleh para pemegang saham, karyawan, dan pelanggan. Hal ini berarti keputusan tersebut haruslah sesuai dengan prinsip-prinsip etika bisnis dan tidak melanggar hukum yang berlaku.

Di bidang hukum, sebuah perjanjian atau kontrak dianggap sah dan akseptabel apabila memenuhi semua ketentuan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Hal ini mencakup syarat-syarat yang telah ditetapkan dalam perundang-undangan yang berlaku.

Dengan demikian, penting bagi setiap individu atau entitas untuk memastikan bahwa tindakan, keputusan, atau perilaku yang dilakukan dapat dianggap akseptabel oleh pihak-pihak yang terkait. Hal ini akan membantu menciptakan harmoni dan kesepakatan dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam lingkup sosial, bisnis, maupun hukum.