Arti Kata "aksiomatis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "aksiomatis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

aksiomatis

ak·si·o·ma·tis a dapat diterima sbg kebenaran tanpa pembuktian; bersifat aksioma

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "aksiomatis"

📝 Contoh Penggunaan kata "aksiomatis" dalam Kalimat

1.Prinsip kejujuran merupakan hal aksiomatis dalam etika bisnis.
2.Dalam matematika, aksiomatis digunakan untuk menentukan dasar-dasar sistem logika.
3.Pernyataan itu benar secara aksiomatis berdasarkan teorema yang telah dibuktikan sebelumnya.
4.Kesederhanaan adalah nilai aksiomatis yang dijunjung tinggi dalam kehidupan spiritual.
5.Pendidikan karakter membangun dasar aksiomatis bagi generasi muda dalam masyarakat.

📚 Artikel terkait kata "aksiomatis"

Arti Kata aksiomatis Menurut KBBI

Apa Itu Aksiomatis?

Aksiomatis merupakan sebuah konsep atau prinsip yang dianggap benar tanpa memerlukan bukti atau pembuktian lebih lanjut. Dalam berbagai bidang ilmu seperti matematika, filsafat, dan etika, aksiomatis digunakan sebagai dasar atau asumsi yang tidak dapat diragukan kebenarannya.

Dalam matematika, aksiomatis digunakan untuk menentukan dasar-dasar sistem logika. Aksioma-aksioma matematika seperti aksioma kesetaraan atau aksioma ketidaksamaan menjadi landasan utama dalam pembuktian teorema-teorema matematika.

Pernyataan atau proposisi yang dianggap benar secara aksiomatis disebut sebagai aksioma. Aksioma tersebut dapat dijadikan dasar untuk membuktikan pernyataan-pernyataan lain yang lebih kompleks dalam suatu sistem tertentu. Dengan demikian, aksiomatis memegang peranan penting dalam membangun struktur logika dan argumentasi yang kokoh.

Konsep aksiomatis juga sering ditemui dalam konteks etika dan nilai-nilai moral. Prinsip kejujuran, kesederhanaan, atau saling menghormati dapat dianggap sebagai nilai aksiomatis yang menjadi dasar dalam berinteraksi sosial. Pendidikan karakter juga bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai aksiomatis ini dalam diri individu.

Dengan demikian, pemahaman tentang aksiomatis tidak hanya penting dalam bidang ilmu formal seperti matematika, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Memiliki landasan nilai aksiomatis yang kuat dapat membantu seseorang dalam mengambil keputusan yang etis dan bertanggung jawab dalam berbagai situasi kehidupan.