Arti Kata "ambah-ambah" Menurut KBBI
Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ambah-ambah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
ambah-ambah
am·bah-am·bah Jk n penyakit sampar
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ambah-ambah"
📝 Contoh Penggunaan kata "ambah-ambah" dalam Kalimat
📚 Artikel terkait kata "ambah-ambah"
Arti dan Makna Ambah-Ambah dalam Bahasa Indonesia
Apa Itu Ambah-Ambah?
Ambah-ambah merupakan istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan anak kecil yang lucu, menggemaskan, dan ceria. Istilah ini biasanya digunakan dalam lingkungan informal atau sehari-hari untuk menyapa anak-anak dengan penuh kasih sayang. Ambah-ambah seringkali menjadi pusat perhatian karena tingkah polah mereka yang menggemaskan.
Di berbagai acara keluarga atau reuni, ambah-ambah sering menjadi daya tarik tersendiri dengan tingkah lucu dan polos mereka. Mereka sering kali menjadi sumber kebahagiaan dan keceriaan bagi keluarga dan kerabat yang hadir. Seiring dengan perkembangan bahasa Indonesia, istilah ambah-ambah masih tetap populer digunakan untuk menggambarkan anak kecil yang menggemaskan.
Guru-guru di sekolah dasar atau taman kanak-kanak sering menggunakan istilah ambah-ambah untuk merujuk kepada murid-murid mereka dengan penuh kasih sayang. Lagu-lagu anak yang lucu dan ceria sering kali dinyanyikan untuk menghibur ambah-ambah di kelas. Hal ini juga membantu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif.
Pada acara pernikahan atau acara keluarga lainnya, ambah-ambah sering menjadi daya tarik utama dengan penampilan mereka yang menggemaskan. Mereka sering kali tampil dalam busana yang lucu dan imut, menarik perhatian para tamu undangan. Tingkah polah mereka yang ceria juga menjadi hiburan tersendiri bagi semua orang yang hadir dalam acara tersebut.
Di tengah hiruk pikuk perkotaan, desa kecil masih menjadi tempat di mana ambah-ambah dapat bermain bebas dan bersenang-senang. Lapangan bermain di desa sering menjadi tempat kumpul dan bermain bagi ambah-ambah setelah pulang sekolah. Mereka dapat berlarian dan bermain dengan bebas tanpa perlu khawatir akan keamanan, sehingga keceriaan mereka pun terpancar dengan jelas.