Arti Kata "aneuploid" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "aneuploid" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

aneuploid

aneu·plo·id /anéuploid/ n keadaan perangkat kromosom yg krn penambahan atau pengurangan satu kromosom jumlahnya menjadi bukan pengalihan tepat angka dasar genomnya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "aneuploid"

📝 Contoh Penggunaan kata "aneuploid" dalam Kalimat

1.Dokter mengatakan bahwa bayi tersebut menderita keadaan aneuploid.
2.Pada pelajaran biologi, kami mempelajari tentang perbedaan antara euploid dan aneuploid.
3.Penelitian terbaru menunjukkan bahwa faktor genetik dapat menyebabkan kondisi aneuploid pada manusia.
4.aneuploid sering kali dikaitkan dengan gangguan perkembangan dan kesehatan pada manusia.
5.Kami perlu melakukan tes genetik untuk memastikan apakah bayi memiliki kromosom aneuploid atau tidak.

📚 Artikel terkait kata "aneuploid"

Arti Kata Aneuploid Menurut KBBI - Kamus Besar Bahasa Indonesia

Definisi Aneuploid

Aneuploid merupakan istilah dalam genetika yang merujuk pada kondisi di mana sel atau individu memiliki jumlah kromosom yang tidak standar. Biasanya, manusia memiliki 46 kromosom, tetapi pada kasus aneuploid, jumlah kromosom bisa lebih atau kurang dari angka tersebut.

Aneuploid sering kali terjadi akibat kesalahan dalam pembelahan sel saat pembentukan spermatozoa atau ovum. Hal ini bisa menyebabkan kondisi genetik yang tidak normal pada keturunan, seperti sindrom Down yang disebabkan oleh keberadaan satu kromosom tambahan pada pasangan kromosom 21.

Kondisi aneuploid dapat memiliki dampak yang signifikan pada perkembangan dan kesehatan individu. Beberapa gejala yang sering terkait dengan aneuploid adalah gangguan perkembangan fisik dan intelektual, serta risiko tinggi terhadap penyakit genetik tertentu.

Diagnosis aneuploid biasanya dilakukan melalui tes genetik seperti amniocentesis atau tes darah. Dengan teknologi medis yang semakin canggih, kini kita dapat mendeteksi kondisi aneuploid dengan akurasi yang tinggi sejak tahap awal kehamilan.

Penting untuk memahami bahwa aneuploid bukanlah kondisi yang dapat diobati, tetapi upaya pencegahan dan penanganan dini dapat membantu mengelola dampak yang ditimbulkannya. Konsultasikan dengan ahli genetika atau dokter spesialis untuk informasi lebih lanjut mengenai aneuploid dan cara mengelola risikonya.