Arti Kata "atavisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "atavisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

atavisme

ata·vis·me n Psi 1 pemunculan kembali sifat-sifat (ciri-ciri) pd seseorang yg sudah lama tidak muncul pd generasi yg sebelumnya; 2 adat kebiasaan kuno yg turun-temurun

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "atavisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "atavisme" dalam Kalimat

1.Pemuda itu menunjukkan atavisme generasi nenek moyangnya dengan kebiasaan menggigit jari saat gelisah.
2.Sifat atavisme seseorang dapat dilihat dari cara berpakaian dan berperilakunya.
3.Pengaruh atavisme dalam budaya suku dayak dapat dilihat dari cara mereka membuat kerajinan tangan.
4.Banyak anak muda yang menunjukkan atavisme dengan mengikuti tradisi lama dalam setiap acara keagamaan.
5.Kita harus memahami atavisme budaya kita untuk mempertahankan identitas nasional.

📚 Artikel terkait kata "atavisme"

Mengenal Kata 'atavisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Atavisme" - Inspirasi dari Sifat Lembab

Kata atavisme mungkin tidak asing lagi bagi Anda, tetapi apakah Anda sudah tahu apa itu? Dalam psikologi, atavisme merujuk pada pemunculan kembali sifat-sifat atau ciri-ciri yang sudah lama tidak muncul pada generasi yang sebelumnya. Ini berarti bahwa sifat atau ciri tertentu dapat muncul kembali dalam suatu keluarga atau masyarakat setelah beberapa generasi. Dalam konteks sejarah, atavisme juga terkait dengan adat kebiasaan kuno yang turun-temurun. Artinya, sifat atau ciri tertentu dapat dipertahankan dan diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Contohnya, dalam beberapa keluarga, masih ada tradisi makan bersama dalam satu meja, meskipun tidak lagi menjadi kebiasaan umum. Penggunaan kata atavisme dapat dilihat dalam kalimat-kalimat seperti: "Dia memiliki atavisme dari kakeknya yang selalu suka berburu." atau "Kebiasaan makan bersama dalam satu meja masih menjadi atavisme keluarga kami." atau "Dia memiliki atavisme dari neneknya yang selalu suka melakukan ritual keagamaan." Dalam kehidupan sehari-hari, atavisme dapat berupa kebiasaan atau sifat yang dipertahankan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Misalnya, dalam beberapa keluarga, masih ada tradisi membuat kerajinan tangan atau musik yang telah dipertahankan dari generasi sebelumnya. Dalam budaya Indonesia modern, atavisme juga dapat berupa kebiasaan atau sifat yang masih dipertahankan dari masa lalu, seperti kebiasaan makan bersama dalam satu meja atau melakukan ritual keagamaan. Dengan demikian, atavisme bukan hanya sekedar kata baku, tetapi juga memiliki makna yang mendalam dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.