Arti Kata "atrisi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "atrisi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

atrisi

at·ri·si n Geo proses saling mengikis antara sesama pecahan batuan ketika terangkut oleh air, es, atau angin

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "atrisi"

📝 Contoh Penggunaan kata "atrisi" dalam Kalimat

1.Proses erosif terjadi secara alami di gunung-gunung, menyebabkan perubahan bentuk relief.
2.Di hutan, erosi dapat menyebabkan hilangnya tanah dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman.
3.Pada masa lalu, proses erosi telah mengubah bentuk sungai dan danau yang ada di kawasan tersebut.
4.Selain itu, erosi juga dapat menyebabkan penurunan nilai tanah dan properti di sekitar tempat tersebut.
5.Dalam proses geologi, erosi dapat berperan penting dalam membentuk bentang alam dan mengubah struktur tanah.

📚 Artikel terkait kata "atrisi"

Mengenal Kata 'atrisi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "atrisi" - Dalam Geologi, Apa Itu Proses Mengikis?

Kata "atrisi" mungkin belum familiar bagi sebagian besar orang, namun dalam bidang geologi, istilah ini memiliki makna yang sangat penting. Dalam konteks geologi, atrisi diartikan sebagai proses saling mengikis antara sesama pecahan batuan ketika terangkut oleh air, es, atau angin. Proses ini terjadi secara alami dan dapat mempengaruhi struktur geologi suatu wilayah. Proses atrisi dapat membentuk relief geologi yang unik dan menarik. Misalnya, ketika air sungai mengalir melalui tebing, proses atrisi dapat membuat permukaan batuan menjadi lebih halus dan rata. Atau, ketika angin menghantam batuan, proses atrisi dapat menyebabkan pengikisan permukaan batuan dan membentuk gurun pasir yang luas. Dalam kehidupan sehari-hari, proses atrisi juga dapat dilihat dalam bentuk lain. Misalnya, ketika Anda berjalan di atas jalan yang banyak dihantam oleh air hujan, Anda mungkin melihat bagaimana jalan tersebut menjadi lebih menonjol dan mengkilap. Ini karena proses atrisi yang terjadi akibat air hujan yang mengalir melalui permukaan jalan. Dalam budaya Indonesia modern, konsep atrisi juga dapat diterapkan dalam seni dan desain, seperti dalam pembuatan patung atau relief yang menampilkan proses alam yang indah dan menarik.