Arti Kata "aung" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "aung" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

aung

aung n tiruan bunyi raungan serigala;
meng·a·ung v mengeluarkan bunyi aung; meraung (tt serigala)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "aung"

📝 Contoh Penggunaan kata "aung" dalam Kalimat

1.Di malam bulan purnama, serigala mulai mengaung dengan suara yang sangat dalam.
2.Penglihatan serigala sangat tajam, terutama ketika mereka sedang mengaung untuk mencari makanan.
3.Malam itu, suara serigala mengaung di hutan membuatku merasa takut.
4.Pada malam-malam tertentu, kita bisa mendengar serigala mengaung di pinggir kota.
5.Ketika sedang mengaung, serigala dapat mendengar suara lain di sekitarnya dengan sangat jelas.

📚 Artikel terkait kata "aung"

Mengenal Kata 'aung' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Aung" - Suara Alam yang Menggema

Kata aung seringkali dihubungkan dengan suara yang menggema dan menakutkan, seperti suara serigala yang sedang meraung. Namun, dalam konteks bahasa Indonesia, aung memiliki makna yang lebih luas, yaitu tiruan bunyi raungan serigala. Sejarahnya, kata ini sudah ada sejak zaman dahulu, ketika manusia masih sangat tergantung pada alam dan lingkungan sekitarnya. Pada masa lalu, mengeluarkan bunyi aung adalah salah satu cara untuk menenangkan diri atau menunjukkan emosi. Dalam kebudayaan Indonesia, mengeraung serigala juga sering dihubungkan dengan keberanian dan kekuatan. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, mengeluarkan bunyi aung dapat menjadi cara untuk mengungkitkan suasana hati. Dalam kehidupan sehari-hari, aung masih sering digunakan dalam berbagai kalimat. Misalnya, "Suara aung serigala menggema di hutan, membuatku terkejut." Atau, "Ia mengeluarkan bunyi aung saat melihat musang di depannya." Dalam konteks budaya Indonesia modern, aung juga dapat diartikan sebagai suara yang menggema dari hati, seperti dalam lagu atau musik tradisional. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengalami situasi yang membuat kita ingin mengeluarkan bunyi aung. Mungkin itu karena kesedihan, kekecewaan, atau kegembiraan. Dalam situasi seperti itu, mengeluarkan bunyi aung dapat menjadi cara untuk mengungkitkan perasaan dan melepaskan kepenatan.