Arti Kata "baruje" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "baruje" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

baruje

ba·ru·je /barujé/ n Huk hak seorang kreditor untuk mengambil ternak, rumah, dan tanah milik debitur yg tidak sanggup membayar atau melunasi utangnya (di Maluku)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "baruje"

📝 Contoh Penggunaan kata "baruje" dalam Kalimat

1.Pada masa lalu, baruje digunakan sebagai alat pembayaran utang di wilayah Maluku.
2.Saya tidak ingin menjadi kreditur yang harus mengambil baruje dari debitur yang gagal membayar.
3.Penggunaan baruje sebagai hak kreditur tercantum dalam undang-undang hukum adat masyarakat Maluku.
4.Di pasar tradisional, penjual meminta pembeli untuk membayar menggunakan baruje jika pembeli tidak memiliki uang tunai.
5.Dalam novel laga, karakter utama harus menghadapi konsekuensi mengambil baruje dari musuhnya yang tak mau membayar utang.

📚 Artikel terkait kata "baruje"

Mengenal Kata 'baruje' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "baruje" - Hak Kreditor dalam Sistem Hukum

Kata "baruje" seringkali tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas, terutama di luar daerah Maluku. Namun, makna dan konteks historis dari kata ini sangat penting dalam memahami sistem hukum tradisional di daerah tersebut. Baruje adalah hak seorang kreditor untuk mengambil aset milik debitur yang tidak sanggup membayar atau melunasi utangnya. Konsep ini telah ada sejak zaman dulu dan masih relevan hingga saat ini. Dalam konteks sejarah, baruje digunakan sebagai cara untuk memastikan bahwa hak kreditor terpenuhi. Jika debitur tidak dapat membayar utangnya, baruje digunakan sebagai alternatif untuk mengambil aset milik debitur. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kreditur tidak kehilangan haknya dalam mengambil aset yang telah dipinjamkan. Dengan demikian, baruje menjadi salah satu komponen penting dalam sistem hukum tradisional di Maluku. Contoh penggunaan kata baruje dalam kalimat yang alami adalah sebagai berikut: * "Karena debitur tidak dapat membayar utangnya, kreditur menggunakan hak baruje untuk mengambil aset milik debitur." * "Dalam sistem hukum tradisional, baruje digunakan sebagai cara untuk memastikan bahwa hak kreditur terpenuhi." * "Karena debitur tidak dapat melunasi utangnya, kreditur menggunakan hak baruje untuk mengambil rumah milik debitur." Dalam kehidupan sehari-hari, konsep baruje masih relevan hingga saat ini. Namun, dalam konteks modern, konsep ini telah berkembang menjadi sistem hukum yang lebih kompleks. Meskipun demikian, baruje masih menjadi salah satu prinsip dasar dalam sistem hukum di Maluku. Dengan demikian, penting untuk memahami konsep baruje agar dapat memahami sistem hukum tradisional di daerah tersebut.