Arti Kata "bercemar kain" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bercemar kain" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bercemar kain

ber.ce.mar kain Kiasan sedang haid; sedang datang bulan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bercemar kain"

📝 Contoh Penggunaan kata "bercemar kain" dalam Kalimat

1.Orang yang bercemar kain itu harus segera mencuci kainnya agar tidak menular ke orang lain.
2.Di beberapa budaya, bercemar kain masih dianggap sebagai hal yang tabu dan tidak boleh dibicarakan secara terbuka.
3.Menurut pendapat saya, pernyataan tersebut tidak tepat karena bercemar kain adalah proses alami yang dialami oleh setiap wanita.
4.Pada abad ke-19, bercemar kain dianggap sebagai hal yang tidak pantas dan tidak layak untuk dibicarakan dalam masyarakat.
5.Banyak wanita yang masih merasa malu dan tidak nyaman ketika berbicara tentang bercemar kain karena masih ada stigma masyarakat yang tidak mendukung.

📚 Artikel terkait kata "bercemar kain"

Mengenal Kata 'bercemar kain' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "bercemar kain" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "bercemar kain" seringkali digunakan sebagai kiasan untuk menyampaikan perasaan sedang haid atau sedang datang bulan. Namun, apakah Anda tahu asal-usul kata ini? Kata "bercemar kain" memiliki makna yang lebih luas daripada hanya sekedar perasaan fisik. Dalam konteks sejarah dan budaya, kata ini memiliki makna yang lebih mendalam.

Asal-usul Kata "bercemar kain"

Dalam bahasa Indonesia, kata "bercemar" berasal dari kata "cemar", yang berarti "menimbulkan Bau" atau "menyebabkan Bau". Jadi, kata "bercemar kain" secara harfiah berarti "menimbulkan Bau pada Kain". Namun, dalam konteks kiasan, kata ini berarti sedang mengalami perubahan fisik yang signifikan, seperti haid atau datang bulan.

Contoh Penggunaan Kata "bercemar kain"

Kata "bercemar kain" seringkali digunakan dalam kalimat seperti: "Saya sedang bercemar kain, jadi saya perlu beristirahat." atau "Dia sedang bercemar kain, jadi dia tidak bisa pergi ke sekolah hari ini." Contoh lainnya adalah: "Saya merasa bercemar kain, jadi saya perlu mengganti pakaian saya."

Relevansi Kata "bercemar kain" dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata "bercemar kain" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia. Banyak wanita yang menggunakan kata ini untuk menyampaikan perasaan mereka sedang haid atau sedang datang bulan. Dalam budaya Indonesia, kata "bercemar kain" dianggap sebagai hal yang biasa dan tidak ada yang salah dengan itu. Bahkan, kata ini seringkali digunakan sebagai cara untuk menghubungi teman atau keluarga yang sedang mengalami perubahan fisik. Dalam kesimpulan, kata "bercemar kain" memiliki makna yang lebih luas daripada hanya sekedar perasaan fisik. Dalam konteks sejarah dan budaya, kata ini memiliki makna yang lebih mendalam dan masih relevan dalam kehidupan sehari-hari.