Arti Kata "berkelahi di ekor alahan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "berkelahi di ekor alahan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

berkelahi di ekor alahan

ber.ke.la.hi di ekor alahan Peribahasa mempertengkarkan sesuatu yang sudah beres (selesai) atau yang kurang penting

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "berkelahi di ekor alahan"

📝 Contoh Penggunaan kata "berkelahi di ekor alahan" dalam Kalimat

1.Kita harus tidak berkelahi di ekor alahan dalam memilih calon legislatif.
2.Pengusaha tersebut terus berkelahi di ekor alahan dengan saingannya untuk mendapatkan pelanggan.
3.Mereka berkelahi di ekor alahan tentang siapa yang lebih berpengaruh dalam partai politik.
4.Para siswa di sekolah terus berkelahi di ekor alahan tentang siapa yang paling pandai.
5.Dalam perbincangan yang santai, mereka berkelahi di ekor alahan tentang film terbaik tahun ini.

📚 Artikel terkait kata "berkelahi di ekor alahan"

Mengenal Kata 'berkelahi di ekor alahan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "berkelahi di ekor alahan" - Inspirasi dan Motivasi

Peribahasa "berkelahi di ekor alahan" adalah ungkapan yang sangat populer di Indonesia. Kata ini berasal dari bahasa Jawa, di mana "alahan" berarti hewan yang tidak berharga atau tidak berguna. Jadi, "berkelahi di ekor alahan" secara harfiah berarti mempertengkarkan sesuatu yang tidak berguna atau tidak penting. Dalam konteks historis, peribahasa ini mungkin berasal dari kebiasaan masyarakat Jawa yang suka mempertengkarkan sesuatu yang tidak berguna atau tidak penting dengan cara yang tidak serius. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan situasi di mana seseorang mempertengkarkan sesuatu yang sudah beres atau tidak penting. Berkelahi di ekor alahan sering digunakan dalam berbagai konteks, seperti dalam kalimat ini: "Dia terus mempertengkarkan hal yang tidak penting, seperti berkelahi di ekor alahan." Dalam kalimat ini, kata tersebut digunakan untuk menggambarkan situasi di mana seseorang mempertengkarkan sesuatu yang tidak berguna atau tidak penting. Dalam kehidupan sehari-hari, berkelahi di ekor alahan dapat terjadi dalam berbagai situasi. Misalnya, ketika seseorang mempertengkarkan keputusan yang sudah diambil dengan cara yang tidak serius. Dalam contoh lain, ketika seseorang mempertengkarkan sesuatu yang sudah beres dengan cara yang tidak berguna. Dalam kedua contoh tersebut, peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan situasi di mana seseorang mempertengkarkan sesuatu yang tidak berguna atau tidak penting. Dalam budaya Indonesia modern, peribahasa "berkelahi di ekor alahan" masih sangat relevan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat situasi di mana seseorang mempertengkarkan sesuatu yang sudah beres atau tidak penting. Oleh karena itu, perlu kita ingat bahwa "berkelahi di ekor alahan" adalah peribahasa yang sangat berguna dalam menggambarkan situasi di mana seseorang mempertengkarkan sesuatu yang tidak berguna atau tidak penting.