Arti Kata "bersengketa" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bersengketa" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bersengketa

ber.seng.ke.ta berselisih paham; berkelahi: pihak-pihak yang bersengketa bersedia menyelesaikan persoalan mereka dengan cara yang damai

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bersengketa"

📝 Contoh Penggunaan kata "bersengketa" dalam Kalimat

1.Dalam pengadilan, kedua pihak yang bersengketa sepakat untuk melakukan mediasi.
2.Negara internasional sering kali harus menyelesaikan konflik yang terjadi antara negara-negara yang bersengketa.
3.Pak Haji dengan tetangganya bersengketa karena permasalahan tanah yang telah lama menjadi polemik.
4.Pada abad ke-19, penjajah Inggris dan Belanda bersengketa untuk menguasai wilayah Asia Tenggara.
5.Pemerintah Indonesia telah menetapkan aturan yang jelas untuk menyelesaikan sengketa perbatasan dengan negara tetangga.

📚 Artikel terkait kata "bersengketa"

Mengenal Kata 'bersengketa' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "bersengketa" - Konflik yang Perlu Diresolusi dengan Bijak

Kata "bersengketa" sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan situasi konflik antara dua belah pihak. Dalam arti yang lebih luas, **bersengketa** juga dapat diartikan sebagai **berselisih paham** atau **berkelahi**, baik secara fisik maupun secara verbal. Konteks historis dan sosial kata ini terkait erat dengan pengalaman masyarakat Indonesia dalam menyelesaikan perselisihan dan konflik. Dalam kehidupan sehari-hari, **bersengketa** sering terjadi dalam berbagai konteks, seperti di tempat kerja, di komunitas sosial, atau bahkan dalam keluarga. Pada dasarnya, **bersengketa** adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari, namun penting untuk menyelesaikannya dengan cara yang damai dan bijak. Pihak-pihak yang **bersengketa** harus bersedia untuk berbicara dan mencari solusi yang memuaskan semua pihak terlibat. Berikut beberapa contoh penggunaan kata **bersengketa** dalam kalimat yang alami: * Pemerintah harus berhasil menyelesaikan konflik yang terjadi antara pihak-pihak yang **bersengketa**. * Perusahaan harus memiliki strategi yang efektif untuk mengatasi konflik internal yang terjadi karena **bersengketa** antara karyawan dan atasan. * Keluarga harus dapat menyelesaikan **bersengketa** yang terjadi antara anggota keluarga dengan cara yang damai dan bijak. Dalam kehidupan modern, **bersengketa** masih merupakan suatu hal yang umum terjadi, terutama dalam konteks sosial media. Namun, penting untuk diingat bahwa konflik hanya dapat diselesaikan dengan cara yang bijak dan damai. Dengan demikian, kita dapat menghindari konflik yang lebih besar dan menghasilkan solusi yang lebih baik bagi semua pihak terlibat.