Arti Kata "bersua baji dengan matan (tahan baji oleh kelidai)" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bersua baji dengan matan (tahan baji oleh kelidai)" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bersua baji dengan matan (tahan baji oleh kelidai)

Peribahasa keras (berani, kuat) lawan keras (berani, kuat)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bersua baji dengan matan (tahan baji oleh kelidai)"

📝 Contoh Penggunaan kata "bersua baji dengan matan (tahan baji oleh kelidai)" dalam Kalimat

1.Pada hari pertandingan, tim sepak bola kita bersua baji dengan matan lawan yang kuat.
2.Dalam bisnis, perusahaan yang ingin sukses harus bersua baji dengan matan para pebisnis lainnya.
3.Pemain catur itu bersua baji dengan matan lawan yang sangat berpengalaman.
4.Pemimpin partai politik harus bersua baji dengan matan lawan dalam debat publik.
5.Pertarungan antara kuda tunggang itu bersua baji dengan matan lawan yang sangat tangguh.

📚 Artikel terkait kata "bersua baji dengan matan (tahan baji oleh kelidai)"

Mengenal Kata 'bersua baji dengan matan (tahan baji oleh kelidai)' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Bersua Baji dengan Matan (Tahan Baji oleh Kelidai)" - Inspirasi dan Motivasi

Kata **bersua baji dengan matan (tahan baji oleh kelidai)** adalah salah satu peribahasa yang digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan keadaan seseorang yang mampu menghadapi tantangan dan kesulitan dengan kuat dan berani. Peribahasa ini memiliki makna yang sangat dalam dan dapat diterapkan dalam berbagai situasi dalam kehidupan sehari-hari. Peribahasa ini berasal dari zaman kolonial Belanda, ketika masyarakat Indonesia harus menghadapi penjajahan dan kekuasaan asing. Dalam situasi tersebut, seseorang yang mampu menghadapi tantangan dan kesulitan dengan kuat dan berani, maka dia dapat dianggap sebagai **tahan baji oleh kelidai**. Hal ini menunjukkan bahwa peribahasa ini memiliki makna yang sangat kuat dan dapat memberikan inspirasi pada orang-orang untuk menjadi lebih kuat dan berani dalam menghadapi tantangan. Contoh penggunaan kata **bersua baji dengan matan (tahan baji oleh kelidai)** dalam kalimat yang alami antara lain: - "Dia adalah **tahan baji oleh kelidai** yang mampu menghadapi kesulitan dalam bisnisnya dengan kuat dan berani." - "Saya sangat mengagumi **bersua baji dengan matan (tahan baji oleh kelidai)**nya, karena dia mampu menghadapi tantangan dengan kuat dan berani." Dalam kehidupan sehari-hari, kata **bersua baji dengan matan (tahan baji oleh kelidai)** sangat relevan dalam menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan. Dengan memiliki sifat yang kuat dan berani, kita dapat menghadapi tantangan dengan lebih baik dan mencapai kesuksesan dalam berbagai bidang. Oleh karena itu, peribahasa ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita untuk menjadi lebih kuat dan berani dalam menghadapi tantangan.