Arti Kata "bibliomania" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bibliomania" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bibliomania

bib·li·o·ma·nia n pencinta buku dan mengumpulkannya sbg benda seni

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bibliomania"

📝 Contoh Penggunaan kata "bibliomania" dalam Kalimat

1.Seorang penggemar buku yang bermimpi memiliki perpustakaan pribadi yang luas, menderita bibliomania.
2.Para kolektor buku kuno seringkali menghabiskan uang besar untuk membeli buku langka karena menderita bibliomania.
3.Dalam konteks ilmiah, bibliomania dapat dipahami sebagai kecenderungan untuk mengumpulkan buku secara berlebihan.
4.Para penulis seringkali menggambarkan karakter yang menderita bibliomania dalam novel mereka dengan menggambarkan kecintaan mereka pada buku.
5.Pengembang perpustakaan digital menemukan tantangan untuk menangani bibliomania dalam era digital dengan menyediakan akses mudah ke koleksi buku digital.

📚 Artikel terkait kata "bibliomania"

Mengenal Kata 'bibliomania' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Bibliomania" - Inspirasi dan Motivasi untuk Pecinta Buku

Kata "bibliomania" seringkali tidak familiar bagi banyak orang, tetapi sebenarnya memiliki makna yang sangat spesifik dan menarik. Dalam arti resmi, bibliomania adalah kecenderungan seseorang untuk menjadi pencinta buku dan mengumpulkannya sebagai benda seni. Istilah ini berasal dari kata "biblio" yang berarti buku dan "mania" yang berarti kecenderungan atau kebiasaan. Historisnya, bibliomania telah ada sejak zaman kuno, ketika orang-orang mempercayai bahwa buku-buku kuno memiliki kekuatan spiritual dan spiritual. Dalam abad ke-19, bibliomania menjadi fenomena sosial di Eropa dan Amerika, di mana banyak orang mengumpulkan buku-buku langka dan mahal harganya. Mereka tidak hanya mengumpulkan buku-buku sebagai koleksi, melainkan juga sebagai investasi dan sebagai tanda status sosial. Dalam kehidupan sehari-hari, bibliomania masih dapat ditemukan di kalangan pecinta buku dan kolektor. Banyak orang yang mengumpulkan buku-buku klasik, buku-buku langka, dan bahkan buku-buku yang memiliki nilai historis atau estetis. Dalam konteks Indonesia, bibliomania juga dapat ditemukan di kalangan pecinta buku dan kolektor, terutama di kalangan mahasiswa dan penggemar sastra. Contoh penggunaan kata bibliomania dalam kalimat alami adalah: * "Dia memiliki bibliomania yang sangat kuat dan telah mengumpulkan ribuan buku di rumahnya." * "Dia adalah seorang bibliomania yang tidak pernah puas dengan koleksinya dan selalu mencari buku-buku langka." * "Dia memiliki bibliomania yang sangat spesifik dan hanya mengumpulkan buku-buku klasik." Dalam budaya Indonesia modern, bibliomania masih dapat ditemukan di kalangan pecinta buku dan kolektor, tetapi juga telah berkembang menjadi fenomena sosial yang lebih luas. Banyak orang yang mengumpulkan buku-buku bukan hanya sebagai koleksi, melainkan juga sebagai cara untuk meningkatkan pengetahuan, meningkatkan estetika, dan meningkatkan kreativitas.