Arti Kata "bilakmata" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bilakmata" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bilakmata

bi·lak·ma·ta n pohon maja; Aegle marmelos

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bilakmata"

📝 Contoh Penggunaan kata "bilakmata" dalam Kalimat

1.Bukankah mahakarya sastra itu diilhami oleh keindahan alam, seperti pohon bilakmata yang menjulang tinggi di atas hutan?
2.Dosen memberikan contoh tentang jenis tanaman yang unik, seperti pohon bilakmata yang dapat hidup dalam berbagai kondisi lingkungan.
3.Pada upacara adat, para pawang hutan membawa dedaunan pohon bilakmata sebagai simbol kekuatan alam.
4.Di taman botani, pengunjung dapat melihat langsung pohon bilakmata yang telah berumur ratusan tahun.
5.Para ilmuwan sedang melakukan penelitian tentang manfaat kayu pohon bilakmata yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan yang ramah lingkungan.

📚 Artikel terkait kata "bilakmata"

Mengenal Kata 'bilakmata' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "bilakmata" - Pohon yang Beragam Manfaat

Bilakmata (Aegle marmelos) adalah pohon yang telah lama digunakan oleh masyarakat Indonesia sejak zaman kuno. Pohon ini memiliki nama ilmiah Aegle marmelos dan termasuk dalam keluarga Rutaceae. Dalam bahasa Inggris, bilakmata juga dikenal sebagai beleric atau wood apple.

Pohon bilakmata memiliki banyak manfaat, baik dari segi kuliner, obat tradisional, maupun sumber daya lainnya. Bagian buah bilakmata yang telah matang dapat dimakan langsung atau dimanfaatkan sebagai sumber minyak goreng. Sementara itu, kulit buah bilakmata dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai jenis penyakit.

Contoh penggunaan kata bilakmata dalam kalimat yang alami adalah "Pengrajin kayu menggunakan kayu bilakmata untuk membuat perabotan rumah tangga." Atau "Buah bilakmata yang telah matang dapat dimakan sebagai camilan ringan." Dari contoh-contoh tersebut, terlihat bahwa bilakmata memiliki nilai ekonomis dan gizi yang dapat dinikmati oleh masyarakat.

Dalam kehidupan sehari-hari, bilakmata juga memiliki relevansi dalam kebudayaan Indonesia. Pohon ini sering digunakan sebagai simbol kehidupan dan keberlanjutan. Bahkan, dalam beberapa upacara adat, bilakmata digunakan sebagai hadiah atau simbol keberuntungan. Dengan demikian, pohon bilakmata tidak hanya memiliki manfaat ekonomis, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang tinggi.

Dalam kesimpulan, bilakmata adalah pohon yang memiliki banyak manfaat dan nilai ekonomis yang tinggi. Pohon ini telah digunakan oleh masyarakat Indonesia sejak zaman kuno dan masih digunakan hingga saat ini. Oleh karena itu, penting untuk melestarikan pohon bilakmata dan mengembangkan budaya penggunaannya agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang.