Arti Kata "blabitisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "blabitisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

blabitisme

bla·bi·tis·me n perihal berbicara secara tidak terkendalikan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "blabitisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "blabitisme" dalam Kalimat

1.Dia terkenal karena berbicara secara bla·bi·tis·me di depan umum.
2.Dalam kuliahnya, profesor membahas tentang pentingnya menghindari bla·bi·tis·me saat berbicara di depan kelas.
3.Saya sangat kesal ketika dia berbicara bla·bi·tis·me tentang aku di depan teman-teman.
4.Dalam puisinya, penyair menggambarkan sebuah kehidupan yang penuh dengan bla·bi·tis·me dan kesedihan.
5.Pendidik mengajarkan anak-anak untuk menghindari bla·bi·tis·me saat berbicara di depan keluarga.

📚 Artikel terkait kata "blabitisme"

Mengenal Kata 'blabitisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Blabitisme" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "blabitisme" mungkin tidak asing lagi di telinga Anda, terutama bagi mereka yang terbiasa berbicara secara bebas dan tidak terkendalikan. Namun, apakah Anda tahu makna sebenarnya dari kata ini? Dalam bahasa Indonesia, blabitisme didefinisikan sebagai perihal berbicara secara tidak terkendalikan. Konsep ini muncul sebagai sebuah fenomena sosial yang mempengaruhi cara kita berkomunikasi dengan orang lain. Pada awalnya, blabitisme ditengarai menjadi ciri khas dari orang-orang yang suka berbicara tanpa henti. Mereka seringkali tidak menyadari bahwa mereka telah melangkah ke ruang privasi orang lain, sehingga menyebabkan ketidaknyamanan bagi pendengar. Dalam beberapa kasus, blabitisme bahkan dapat berubah menjadi sebuah kebiasaan buruk yang sulit diubah. Berbicara secara tidak terkendalikan dapat menimbulkan dampak negatif dalam berbagai aspek kehidupan. Misalnya, ketika Anda sedang berbicara secara tidak terkendalikan, Anda mungkin akan menyebabkan ketidaknyamanan bagi orang lain, sehingga membuat mereka merasa tidak nyaman. Bahkan, blabitisme dapat berubah menjadi sebuah kebiasaan buruk yang sulit diubah, sehingga mempengaruhi hubungan sosial Anda. Berikut beberapa contoh penggunaan kata blabitisme dalam kalimat yang alami: - "Dia memiliki kebiasaan berbicara secara tidak terkendalikan, sehingga membuat temannya merasa tidak nyaman." - "Dia sangat suka berbicara secara tidak terkendalikan, sehingga membuatnya kesulitan dalam membangun hubungan sosial yang baik." - "Dia memiliki kebiasaan blabitisme yang sulit diubah, sehingga membuatnya kesulitan dalam komunikasi dengan orang lain." Dalam kehidupan sehari-hari, blabitisme dapat menjadi sebuah hambatan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menyadari bahwa berbicara secara tidak terkendalikan dapat menimbulkan dampak negatif dan untuk berusaha mengubah kebiasaan buruk ini.