Arti Kata "bunglon" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bunglon" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bunglon

bung·lon n 1 kadal yg hidup di pohon, dapat bertukar warna menurut tempatnya; Calotes; 2 ki orang yg tidak tetap pendiriannya (memihak ke sana sini asal menguntungkan dirinya)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bunglon"

📝 Contoh Penggunaan kata "bunglon" dalam Kalimat

1.Di hutan tropis Indonesia, terdapat kadal bunglon yang menarik perhatian peneliti.
2.Banyak orang yang tergolong menjadi bunglon karena tidak memiliki prinsip yang kuat.
3.Dalam kisah rakyat, bunglon dianggap sebagai makhluk yang memiliki kekuatan sihir.
4.Pengajar di sekolah menegaskan bahwa anak-anak harus tidak seperti bunglon dalam memilih keputusan.
5.Seorang politisi dianggap sebagai bunglon karena berpaling dari partainya untuk mendapatkan kekuasaan.

📚 Artikel terkait kata "bunglon"

Mengenal Kata 'bunglon' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Bunglon" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "bunglon" memiliki makna yang unik dan menarik. Dalam bahasa Indonesia, kata ini digunakan untuk menggambarkan seekor kadal yang hidup di pohon dan dapat bertukar warna menurut tempatnya. Namun, makna yang lebih luas dari kata ini adalah orang yang tidak tetap pendiriannya, memihak ke sana-sini asal menguntungkan dirinya. Penggunaan kata "bunglon" dalam kalimat dapat membantu kita memahami lebih dalam tentang sifat-sifatnya. Misalnya, "Dia adalah seorang **bunglon** politik yang selalu memihak ke arah yang paling menguntungkan dirinya." Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa penggunaan kata "bunglon" dapat membantu kita menggambarkan perilaku seseorang yang tidak memiliki prinsip atau kejujuran. Selain itu, kata ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan sifat-sifat negatif lainnya, seperti oportunis atau manipulatif. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "bunglon" memiliki relevansi yang signifikan. Dalam budaya Indonesia modern, banyak orang yang menganggap kata ini sebagai sifat yang tidak diinginkan. Namun, pada sisi lain, beberapa orang mungkin melihat kata ini sebagai sifat yang tidak salah bila digunakan untuk mencapai tujuan atau menguntungkan diri sendiri. Dalam kaitannya dengan motivasi dan inspirasi, kata "bunglon" dapat membantu kita memahami bahwa sifat-sifat negatif dapat menyesuaikan diri dengan situasi dan lingkungan yang berbeda-beda. Dengan demikian, kata "bunglon" dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita untuk lebih memahami diri sendiri dan mengembangkan sifat-sifat yang positif.