Arti Kata "burung terbang dipipis lada" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "burung terbang dipipis lada" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

burung terbang dipipis lada

Peribahasa sesuatu yang belum tentu diperoleh sudah dirancang pemakaiannya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "burung terbang dipipis lada"

📝 Contoh Penggunaan kata "burung terbang dipipis lada" dalam Kalimat

1.Banyak orang yang sudah mulai memikirkan cara menggunakannya sebelum mendapatkannya.
2.Pemilik toko itu sudah dirancang untuk mempromosikan barang-barang baru.
3.Di bidang bisnis, kita harus siap untuk menghadapi persaingan sebelum memulai.
4.Rencana pernikahan sudah dipikirkan sebelum pasangan itu bertemu.
5.Dia sudah memikirkan cara mengekspresikan cintanya sebelum bertemu pacarnya.

📚 Artikel terkait kata "burung terbang dipipis lada"

Mengenal Kata 'burung terbang dipipis lada' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Burung Terbang Dipipis Lada" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "burung terbang dipipis lada" adalah salah satu peribahasa yang populer di Indonesia. Peribahasa ini memiliki makna yang menarik, yaitu "sesuatu yang belum tentu diperoleh sudah dirancang pemakaiannya". Dalam arti lain, kata ini menggambarkan kebiasaan manusia untuk merencanakan dan mempersiapkan sesuatu yang mungkin tidak akan terjadi. Peribahasa "burung terbang dipipis lada" memiliki konteks historis yang menarik. Menurut legenda, burung yang mampu terbang dengan cepat dan jauh dapat ditemukan di hutan yang lebat. Namun, karena burung tersebut sangat langka, orang-orang tidak pernah melihatnya. Mereka hanya mendengar tentang keberanian dan kecepatan burung tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari, peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan kebiasaan manusia untuk merencanakan dan mempersiapkan sesuatu yang mungkin tidak akan terjadi. Contoh penggunaan kata "burung terbang dipipis lada" dalam kalimat yang alami adalah: - "Dia sudah merencanakan liburan ke luar negeri, tapi belum tentu bisa mendapat visa." - "Dia sudah membeli tiket pesawat, tapi belum tentu bisa menemukan jadwal yang cocok." - "Dia sudah membuat rencana bisnis, tapi belum tentu bisa sukses." Peribahasa "burung terbang dipipis lada" sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam era digital, banyak orang yang merencanakan dan mempersiapkan sesuatu yang mungkin tidak akan terjadi. Misalnya, seseorang mungkin sudah membeli peralatan untuk berolahraga, tapi belum tentu akan menggunakan mereka. Dalam budaya Indonesia modern, peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan kebiasaan manusia untuk merencanakan dan mempersiapkan sesuatu yang mungkin tidak akan terjadi.