Arti Kata "candai" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "candai" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

candai

can·dai kl n cindai

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "candai"

📝 Contoh Penggunaan kata "candai" dalam Kalimat

1.Kita melakukan penelitian tentang candai kl n cindai di museum etnografi untuk memahami budaya tradisional.
2.Penghargaan candai diberikan kepada seniman yang telah menghasilkan karya seni yang luar biasa.
3.Pada acara pernikahan, sang pengantin wanita sering kali diberi candai oleh keluarga suaminya sebagai tanda kasih sayang.
4.Dalam pendidikan, guru memberikan candai kepada murid yang telah menunjukkan kemampuan akademik yang tinggi.
5.Pengrajin tradisional masih melakukan proses candai pada kerajinan tangan untuk menjaga keaslian produk.

📚 Artikel terkait kata "candai"

Mengenal Kata 'candai' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "candai" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "candai" seringkali terdengar asing bagi banyak orang, terutama bagi generasi muda yang lebih familiar dengan kata-kata baru. Namun, dalam bahasa Indonesia, kata "candai" memiliki makna yang sangat spesifik dan penting. Dalam arti resmi, candai adalah kata yang berasal dari kata "cindai" dalam bahasa Sunda, yang berarti "mencintai" atau "membenci". Secara historis, kata "candai" digunakan untuk menggambarkan perasaan seseorang terhadap orang lain atau sesuatu. Jika seseorang mencintai atau membenci seseorang atau sesuatu, maka dia dapat dikatakan sebagai candai. Dalam konteks sosial, kata "candai" digunakan untuk menggambarkan perasaan yang kuat dan tak tersembunyi. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "candai" dalam kalimat yang alami: - "Dia adalah candai saya, karena selalu membantu saya dalam kebutuhan saya." (Di sini, kata "candai" digunakan untuk menggambarkan perasaan kasih sayang dan kecintaan.) - "Saya tidak bisa menoleransi teman saya yang selalu candai saya." (Di sini, kata "candai" digunakan untuk menggambarkan perasaan benci dan tidak suka.) - "Dia adalah candai keluarga saya, karena selalu mendukung dan membantu saya dalam semua hal." (Di sini, kata "candai" digunakan untuk menggambarkan perasaan cinta dan kasih sayang.) Dalam kehidupan sehari-hari, kata "candai" masih digunakan dalam berbagai konteks, terutama dalam budaya Indonesia. Misalnya, dalam tradisi masyarakat Sunda, kata "cindai" digunakan untuk menggambarkan perasaan cinta dan kasih sayang antara suami-istri. Dalam konteks modern, kata "candai" digunakan dalam berbagai lapisan masyarakat untuk menggambarkan perasaan yang kuat dan tak tersembunyi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kata "candai" memiliki makna yang sangat spesifik dan penting dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, sosial, dan budaya, kata "candai" digunakan untuk menggambarkan perasaan cinta, kasih sayang, benci, atau tidak suka.