Arti Kata "cirit" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "cirit" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

cirit

ci·rit n 1 kotoran manusia (binatang); tahi; 2 endap-endap; ampas: -- kopi; -- madat; 3 penyakit berak-berak (buang-buang air);
termakan (di) -- berendang, pb termakan guna-guna sehingga dikuasai benar oleh orang lain;
-- bintang Met benda kecil bercahaya (spt bintang) yg jatuh dr langit; bintang beralih; -- pedet Tern penyakit yg sangat menular pd anak sapi yg ditandai menceret terus-menerus, dapat menyebabkan kematian pd anak sapi yg berumur sepuluh hari, pd umumnya disebabkan oleh bakteri; Escherichia coli; -- putih Tern penyakit menular pd anak sapi yg masih menyusu disebabkan oleh kuman yg masuk ke badan melalui tali pusar;
ci·rit-bi·rit n segala penyakit berak-berak (buang-buang air besar);
men·ci·rit v sakit berak-berak; menceret;
men·ci·rit·kan v memberakkan;
~ tunjang Mk beranak;
ter·ci·rit v terberak cair

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "cirit"

📝 Contoh Penggunaan kata "cirit" dalam Kalimat

1.Warga setempat harus membersihkan cirit dari jalanan untuk menjaga kebersihan kota.
2.Penyakit cirit dapat menular pada anak sapi jika tidak segera diobati.
3.Pada saat itu, cirit di langit tampak seperti bintang kecil yang bercahaya.
4.Para ilmuwan sedang melakukan penelitian tentang penyebab cirit pada anak sapi.
5.Perawat harus selalu waspada jika pasien mengalami gejala cirit untuk segera memberikan perawatan.

📚 Artikel terkait kata "cirit"

Mengenal Kata 'cirit' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "cirit" - Inspirasi dan Motivasi

Makna Umum dan Konteks Historis

Kata "cirit" memiliki makna yang luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks umum, kata ini merujuk pada kotoran manusia atau binatang, seperti tahi atau ampas. Namun, dalam konteks historis dan sosial, kata ini juga memiliki makna yang lebih dalam, seperti penyakit berak-berak atau buang-buang air besar. Dalam budaya Indonesia, kata "cirit" juga memiliki makna yang terkait dengan keberuntungan atau nasib, seperti tanda-tanda bintang atau benda kecil bercahaya yang jatuh dari langit.

Contoh Penggunaan Kata "cirit" dalam Kalimat yang Alami

Contoh penggunaan kata "cirit" dalam kalimat yang alami dapat dilihat dalam beberapa situasi berbeda. Misalnya, jika Anda sedang membersihkan kamar, Anda mungkin akan mengatakan "Saya harus membersihkan cirit ini dari lantai." Dalam konteks lain, jika Anda sedang menghadapi penyakit berak-berak, Anda mungkin akan mengatakan "Saya sedang menderita cirit-bi-rit, saya harus pergi ke dokter." Contoh lainnya adalah jika Anda sedang berbicara tentang keberuntungan, Anda mungkin akan mengatakan "Saya melihat cirit-bintang di langit, itu tanda baik untuk saya." Dalam budaya Indonesia, kata "cirit" juga memiliki makna yang terkait dengan keberuntungan atau nasib, seperti tanda-tanda bintang atau benda kecil bercahaya yang jatuh dari langit.

Relevansi Kata "cirit" dalam Kehidupan Sehari-hari dan Budaya Indonesia Modern

Kata "cirit" memiliki relevansi yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam konteks kebersihan, kata ini digunakan untuk menggambarkan kotoran atau ampas yang harus dibersihkan. Dalam konteks kesehatan, kata ini digunakan untuk menggambarkan penyakit berak-berak atau buang-buang air besar. Dalam konteks budaya, kata ini digunakan untuk menggambarkan keberuntungan atau nasib. Dalam budaya Indonesia, kata "cirit" juga memiliki makna yang terkait dengan keberuntungan atau nasib, seperti tanda-tanda bintang atau benda kecil bercahaya yang jatuh dari langit. Oleh karena itu, kata "cirit" memiliki makna yang kompleks dan luas dalam bahasa Indonesia, dan memiliki relevansi yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern.