Arti Kata "daltonisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "daltonisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

daltonisme

dal·to·nis·me n kebutawarnaan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "daltonisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "daltonisme" dalam Kalimat

1.Saya memiliki daltonisme, sehingga saya tidak bisa melihat perbedaan warna dengan jelas.
2.Guru mengajar tentang daltonisme dan bagaimana mengatasi kesulitan melihat warna pada muridnya.
3.Ibu saya memiliki daltonisme dan selalu kesulitan membedakan antara warna merah dan kuning.
4.Dalam proses seleksi, kami menemukan bahwa salah satu kandidat memiliki daltonisme dan tidak bisa melihat warna dengan jelas.
5.Penelitian tentang daltonisme telah membantu kami memahami lebih baik tentang bagaimana manusia melihat warna.

📚 Artikel terkait kata "daltonisme"

Mengenal Kata 'daltonisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Daltonisme" - Inspirasi dan Motivasi

Daltonisme adalah suatu kondisi medis yang memengaruhi cara manusia melihat warna. Nama ini diambil dari Sir John Dalton, seorang ilmuwan Inggris yang pertama kali menggambarkan kondisi ini pada abad ke-19. Daltonisme biasanya disebabkan oleh kerusakan pada sel-sel retina di mata, yang mengganggu kemampuan otak untuk menerima dan memproses sinyal warna.

Contoh penggunaan kata daltonisme dalam kalimat yang alami adalah sebagai berikut:

Orang dengan daltonisme sering kali kesulitan membedakan warna merah dan hijau. Wanita itu memiliki daltonisme yang parah dan tidak bisa melihat warna apa pun. Anak itu diduga memiliki daltonisme dan buta warna.

Daltonisme memiliki dampak signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam pekerjaan yang memerlukan kemampuan melihat warna yang akurat. Dalam budaya Indonesia modern, daltonisme relatif jarang didengar, tetapi penting bagi kita untuk memahami kondisi ini agar dapat memberikan dukungan yang tepat kepada mereka yang menderita.

Dengan demikian, penting bagi kita untuk memahami dan menghargai perbedaan individu dalam kemampuan melihat warna. Kita semua memiliki kelebihan dan kekurangan yang unik, dan dengan menghargai perbedaan ini, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan toleran.