Arti Kata "debil" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "debil" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

debil

de·bil /débil/ a berdaya pikir rendah atau berkemampuan berpikir tidak lebih dp daya pikir anak yg berumur 12 tahun

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "debil"

📝 Contoh Penggunaan kata "debil" dalam Kalimat

1.Dia memiliki kemampuan berpikir rendah, menunjukkan debil dalam menghadapi tantangan akademik.
2.Sikap debil yang ditunjukkan anak itu membuat ibunya sangat khawatir tentang masa depannya.
3.Dalam beberapa kasus, orang yang memiliki debil bisa menjadi korban manipulasi orang lain.
4.Pendidikan yang kurang memadai dapat menyebabkan anak-anak memiliki debil dalam berpikir kritis.
5.Dalam novel karya penulis terkenal, figur utamanya memiliki debil yang membuat dia terjebak dalam kesulitan hidup.

📚 Artikel terkait kata "debil"

Mengenal Kata 'debil' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Debil" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "debil" sering digunakan dalam konteks yang berbeda-beda, tetapi maknanya tetap sama: menggambarkan seseorang yang memiliki kemampuan berpikir rendah atau tidak lebih baik daripada anak yang berusia 12 tahun. Istilah ini memiliki asal-usul yang kompleks dan telah berkembang seiring waktu. Pada awalnya, kata debil digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki kecerdasan yang rendah atau tidak mampu berpikir secara logis. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kata debil digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak mampu membuat keputusan yang tepat atau tidak memiliki kemampuan berpikir yang baik. Contoh penggunaan kata debil dalam kalimat alami adalah: "Dia terlalu debil untuk memahami konsep matematika yang kompleks," atau "Dia tidak boleh dianggap debil karena memiliki kemampuan yang berbeda." Kata debil juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks pendidikan. Dalam beberapa kasus, guru atau orang tua mungkin menggunakan kata debil untuk menggambarkan siswa atau anak yang memiliki kesulitan dalam belajar atau berpikir. Namun, perlu diingat bahwa menggunakan kata debil dalam konteks ini dapat memiliki dampak negatif pada psikologi anak dan dapat menyebabkan rasa malu atau rendah diri. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan kata debil dengan hati-hati dan tidak menggunakannya sebagai alasan untuk menyerah atau tidak percaya diri.