Arti Kata "demokrasi perwakilan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "demokrasi perwakilan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

demokrasi perwakilan

Istilah politik bentuk demokrasi dengan kekuasaan tertinggi yang dijalankan melalui sistem perwakilan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "demokrasi perwakilan"

📝 Contoh Penggunaan kata "demokrasi perwakilan" dalam Kalimat

1.Bentuk pemerintahan demokrasi perwakilan yang paling umum digunakan di dunia adalah republik.
2.Dalam sistem demokrasi perwakilan, warga negara memiliki hak untuk memilih perwakilan yang akan mewakili mereka.
3.Pada era modern, demokrasi perwakilan telah berkembang menjadi lebih inklusif dan inklusif bagi semua lapisan masyarakat.
4.Bentuk demokrasi perwakilan yang efektif membutuhkan partai politik yang kuat dan masyarakat yang aktif.
5.Negara-negara dengan sistem demokrasi perwakilan biasanya memiliki lembaga legislatif yang lebih kuat.

📚 Artikel terkait kata "demokrasi perwakilan"

Mengenal Kata 'demokrasi perwakilan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Demokrasi Perwakilan" - Inspirasi dan Motivasi

Demokrasi perwakilan adalah istilah politik yang digunakan untuk menggambarkan bentuk demokrasi dengan kekuasaan tertinggi yang dijalankan melalui sistem perwakilan. Demokrasi perwakilan ini merupakan hasil perkembangan dari demokrasi langsung, yang mana keputusan dibuat oleh rakyat secara langsung. Historisnya, demokrasi perwakilan mulai berkembang di Eropa pada abad ke-18, sebagai respon terhadap kebutuhan untuk meliberalisasi kekuasaan dan memberikan hak suara kepada rakyat. Demokrasi perwakilan sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks politik. Dalam sistem demokrasi perwakilan, rakyat memilih perwakilan untuk mewakili kepentingan dan aspirasi mereka dalam membuat keputusan. Perwakilan ini kemudian bertanggung jawab untuk mengambil keputusan yang tepat dan menjalankan kekuasaan dengan adil. Dengan demikian, demokrasi perwakilan dapat meningkatkan keadilan dan kepastian hukum dalam masyarakat. Contoh penggunaan kata demokrasi perwakilan dalam kalimat yang alami adalah: "Pemerintah kita menggunakan sistem demokrasi perwakilan untuk memilih anggota legislatif dan eksekutif." atau "Ia mendukung penerapan demokrasi perwakilan untuk meningkatkan partisipasi rakyat dalam proses keputusan." Dalam konteks budaya Indonesia modern, demokrasi perwakilan sangat relevan dalam meningkatkan kesadaran rakyat tentang hak dan kewajiban mereka dalam proses demokrasi.