Arti Kata "dibawa (terbawa) arus" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "dibawa (terbawa) arus" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

dibawa (terbawa) arus

Kiasan terikat (terlibat) dalam suatu paham (aliran, kebiasaan) secara tidak sadar atau karena tidak kuasa melawannya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "dibawa (terbawa) arus"

📝 Contoh Penggunaan kata "dibawa (terbawa) arus" dalam Kalimat

1.Dia dibawa arus zaman dan kehidupan modern yang semakin cepat.
2.Saya terbawa arus pembicaraan mereka dan tidak bisa mengatakan apa pun.
3.Banyak generasi muda dibawa arus teknologi dan media sosial tanpa sadar.
4.Dia dibawa arus kebutuhan ekonomi dan terpaksa meninggalkan pekerjaannya.
5.Saya merasa terbawa arus perubahan politik dan tidak tahu apa yang harus dilakukan.

📚 Artikel terkait kata "dibawa (terbawa) arus"

Mengenal Kata 'dibawa (terbawa) arus' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "dibawa (terbawa) arus" - Membawa Anda ke Dunia Baru

Makna Umum dan Konteks Historis Sosial

Kata "dibawa (terbawa) arus" memiliki makna yang unik dalam bahasa Indonesia. Secara harfiah, kata ini berarti terikat atau terlibat dalam suatu paham, aliran, atau kebiasaan secara tidak sadar atau karena tidak kuasa melawannya. Konsep ini memiliki kaitan dengan sejarah sosial Indonesia, di mana banyak orang terjebak dalam pola pikir dan perilaku yang telah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Dalam konteks ini, kata "dibawa (terbawa) arus" menggambarkan proses di mana seseorang menjadi bagian dari arus yang dominan, tanpa sadar atau tidak dapat melawan.

Contoh Penggunaan Kata "dibawa (terbawa) arus"

Kata "dibawa (terbawa) arus" dapat digunakan dalam berbagai konteks, seperti dalam kalimat berikut: - "Saya merasa dibawa arus oleh kebiasaan makan makanan cepat saji, padahal saya tahu bahwa itu tidak baik untuk kesehatan." - "Banyak anak muda dibawa arus oleh tren sosial media yang tidak lagi memprioritaskan nilai-nilai tradisional." - "Kita harus berhati-hati agar tidak dibawa arus oleh opini orang lain tanpa melakukan penelitian yang cermat."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "dibawa (terbawa) arus" memiliki relevansi yang signifikan. Banyak orang dibawa arus oleh kebiasaan, pola pikir, dan perilaku yang telah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Dalam konteks ini, kata "dibawa (terbawa) arus" menggambarkan proses di mana seseorang menjadi bagian dari arus yang dominan, tanpa sadar atau tidak dapat melawan. Oleh karena itu, penting untuk selalu sadar dan memilih untuk tidak dibawa arus oleh kebiasaan atau pola pikir yang tidak seimbang.