Arti Kata "dustur" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "dustur" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

dustur

dus·tur Ar n 1 undang-undang dasar suatu negara; 2 daftar nama tentara serta pangkat yg dijabatnya; 3 susunan kalimat bersajak berisi pujian kpd Nabi Muhammad saw.: acara pembukaan majelis taklim itu diawali dng pembacaan --

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "dustur"

📝 Contoh Penggunaan kata "dustur" dalam Kalimat

1.dustur yang ditetapkan oleh negara sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
2.Undang-undang dasar suatu negara harus selalu dipatuhi oleh semua warga negara.
3.Pembacaan dustur merupakan bagian penting dalam prosesi peringatan hari kemerdekaan.
4.Dalam pertempuran, tentara harus mengetahui susunan dan pangkat yang dijabatnya untuk meningkatkan kinerja.
5.Puisi sederhana yang dibaca di majelis taklim itu adalah contoh dustur yang menghibur jemaah.

📚 Artikel terkait kata "dustur"

Mengenal Kata 'dustur' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Dustur" - Inspirasi dan Motivasi

Dalam Bahasa Arab, kata "dustur" (دستور) memiliki makna yang luas dan kompleks. Dalam konteks historis, kata ini merujuk pada undang-undang dasar suatu negara, yaitu peraturan yang mengatur dan mengarahkan perilaku warga negara. Dalam konteks militer, kata "dustur" juga merujuk pada daftar nama tentara serta pangkat yang dijabatnya. Penggunaan kata "dustur" dalam Bahasa Indonesia terdapat dalam berbagai konteks, termasuk dalam puisi. Contoh penggunaan kata "dustur" dalam kalimat yang alami adalah: "Dustur negara adalah landasan hukum yang mengatur perilaku warga negara." Atau, "Daftar nama tentara dalam dustur militer harus memenuhi syarat-syarat tertentu." Kata "dustur" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari atau budaya Indonesia modern. Misalnya, dalam acara-acara resmi, pembacaan pembukaan majelis taklim sering menggunakan kata-kata dari puisi berbentuk sajak yang berisi pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Contohnya, "Dengan dustur yang suci, mari kita memulai..." Dalam kalimat ini, kata "dustur" digunakan sebagai kata benda yang merujuk pada undang-undang dan peraturan yang suci. Kata "dustur" memiliki makna yang luas dan kompleks, tetapi pada dasarnya merupakan peraturan yang mengatur perilaku warga negara. Penggunaan kata "dustur" dalam konteks yang berbeda-beda dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita untuk memahami dan menghormati aturan yang berlaku.