Arti Kata "epigon" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "epigon" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

epigon

epi·gon /épigon/ n orang yg tidak memiliki gagasan baru dan hanya mengikuti jejak pemikir atau seniman yg mendahuluinya; peniru seniman atau pemikir besar: -- Chairil Anwar banyak terdapat pd tahun lima puluhan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "epigon"

📝 Contoh Penggunaan kata "epigon" dalam Kalimat

1.Dalam dunia sastra, banyak penulis epigon yang mencoba mengikuti jejak pengarang besar.
2.Banyak peniru seniman yang muncul setelah keberhasilan artis ternama.
3.Para mahasiswa harus berhati-hati agar tidak menjadi epigon dalam menulis esai akademik.
4.Pada era digital, banyak konten epigon yang bertebaran di media sosial.
5.Pemimpin partai politik seringkali dianggap sebagai epigon karena tidak memiliki ide baru.

📚 Artikel terkait kata "epigon"

Mengenal Kata 'epigon' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "epigon" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "epigon" memang tidak asing bagi sebagian orang, terutama dalam konteks seni dan budaya. Namun, apa sebenarnya makna dari kata ini? Makna dan Konteks Sejarah Kata "epigon" berasal dari bahasa Yunani dan memiliki makna sebagai "seseorang yang mengikuti jejak orang lain". Dalam konteks sejarah, kata ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang hanya mengikuti gagasan atau jejak pemikir atau seniman yang mendahuluinya, tanpa memiliki kontribusi atau karya yang signifikan sendiri. Dalam bahasa Indonesia, kata "epigon" sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak memiliki gagasan baru dan hanya mengikuti tren atau mode yang popular. Contoh Penggunaan Contoh penggunaan kata "epigon" dapat dilihat dalam beberapa kalimat berikut: * "Dia adalah epigon dari seniman besar yang pernah hidup sebelumnya, tidak memiliki karya yang unik dan berbeda." * "Banyak epigon yang muncul di pasar seni, hanya meniru gaya dan stail seniman besar tanpa memiliki karya yang asli." * "Dia dianggap sebagai epigon oleh masyarakat, karena tidak memiliki kontribusi yang signifikan dalam bidang seni." Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari Kata "epigon" memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks seni dan budaya. Dalam era digital, sangat mudah untuk menjadi epigon, hanya dengan meniru atau mengikuti tren yang popular. Namun, menjadi epigon tidak akan pernah membuat seseorang menjadi berbeda atau memiliki identitas sendiri. Oleh karena itu, penting untuk memiliki kreativitas dan gagasan baru, serta tidak takut untuk mencoba hal-hal yang berbeda. Dalam budaya Indonesia modern, kata "epigon" juga memiliki makna yang lebih luas, yaitu sebagai seseorang yang tidak memiliki cita-cita atau tujuan yang jelas, hanya mengikuti arus atau tren yang popular. Oleh karena itu, penting untuk memiliki visi dan misi yang jelas, serta tidak takut untuk mencoba hal-hal yang berbeda.