Arti Kata "falsafah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "falsafah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

falsafah

fal·sa·fah n anggapan, gagasan, dan sikap batin yg paling dasar yg dimiliki oleh orang atau masyarakat; pandangan hidup;
ber·fal·sa·fah v 1 memikirkan dalam-dalam (tt sesuatu); 2 mengungkapkan pemikiran-pemikiran yg dalam yg dijadikan sbg pandangan hidup

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "falsafah"

📝 Contoh Penggunaan kata "falsafah" dalam Kalimat

1.Pemikiran filosofis yang kuat menetapkan falsafah hidup seseorang.
2.falsafah hidup yang diyakini oleh seorang budayawan tercermin dalam karyanya.
3.Pendidikan filosofi membantu siswa memahami dan mengembangkan falsafah hidup yang lebih baik.
4.falsafah hidup yang diwariskan oleh leluhur masih dihayati oleh masyarakat tradisional.
5.Pemikiran yang dalam dan mendalam tentang kehidupan adalah kunci untuk mengungkapkan falsafah hidup.

📚 Artikel terkait kata "falsafah"

Mengenal Kata 'falsafah' - Inspirasi dan Motivasi

Falsafah: Pengertian dan Relevansinya dalam Kehidupan Sehari-hari

Falsafah merupakan istilah yang telah ada sejak lama dalam bahasa Indonesia. Istilah ini memiliki makna yang luas dan kompleks, meliputi anggapan, gagasan, dan sikap batin yang paling dasar yang dimiliki oleh orang atau masyarakat. Dalam sejarahnya, falsafah telah berkembang di berbagai budaya dan tradisi, termasuk di Indonesia. Falsafah sering dihubungkan dengan pandangan hidup atau cara berpikir seseorang. Dalam konteks ini, falsafah dapat diartikan sebagai sebuah sistem kepercayaan atau nilai-nilai yang mengarahkan perilaku dan keputusan seseorang. Dalam masyarakat modern, falsafah seringkali dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti agama, budaya, dan lingkungan sosial. Contoh-contoh penggunaan kata falsafah dalam kalimat yang alami adalah: "Saya memiliki falsafah hidup yang mengutamakan kebaikan dan keadilah", "Falsafah keluarga kami sangat menghargai kesetiaan dan kejujuran", atau "Pengajar saya selalu mengajarkan saya tentang **falsafah** pentingnya bersikap adil dan transparan dalam berinteraksi dengan orang lain". Dalam kehidupan sehari-hari, falsafah sangat relevan dalam membentuk identitas dan perilaku seseorang. Falsafah dapat menjadi acuan dalam membuat keputusan, menghadapi tantangan, dan membangun hubungan dengan orang lain. Di Indonesia, falsafah sering dihubungkan dengan nilai-nilai kekeluargaan, gotong royong, dan gotong joag. Dalam konteks ini, falsafah dapat menjadi landasan dalam membangun masyarakat yang lebih harmonis dan sejahtera.