Arti Kata "fatur" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "fatur" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

fatur

fa·tur v Isl membatalkan puasa (dng makan atau minum pd siang hari)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "fatur"

📝 Contoh Penggunaan kata "fatur" dalam Kalimat

1.Pemimpin agama mengingatkan umat agar tidak lupa untuk membatalkan puasa jika terjadi kondisi tertentu.
2.Dalam konteks budaya, orang sering mengatakan bahwa "fatur" adalah hari ketika kita memulai kegiatan dengan segala kebutuhan yang dibutuhkan.
3.Dalam sejarah, peristiwa penting yang membatalkan ketetapan politik seringkali mengubah arah sejarah suatu negara.
4.Sebagai pelajar, dia harus membatalkan rencana studinya untuk mengejar kebugaran dan kesehatan.
5.Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering membatalkan rencana akibat faktor cuaca atau situasi darurat.

📚 Artikel terkait kata "fatur"

Mengenal Kata 'fatur' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Fatur" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "fatur" adalah istilah yang familiar di kalangan masyarakat Indonesia, terutama dalam konteks agama Islam. Dalam arti resmi, fatur v membatalkan puasa dengan melakukan makan atau minum pada siang hari. Makna ini memiliki konteks historis yang erat dengan praktik keagamaan di Indonesia. Dalam sejarah, fatur sering digunakan sebagai cara untuk melanggar puasa, terutama pada saat-saat tertentu seperti bulan Ramadhan atau saat-saat istimewa lainnya. Praktik ini memiliki implikasi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi mereka yang berpuasa. Dengan demikian, fatur menjadi istilah yang penting dalam konteks keagamaan Indonesia. Contoh penggunaan kata fatur dalam kalimat yang alami dapat dilihat pada beberapa situasi berikut. Misalnya, "Dia melakukan fatur karena tidak sengaja menemukan makanan di rumah." Atau, "Dia melakukan fatur karena merasa lelah dan membutuhkan energi." Contoh lainnya, "Dia melakukan fatur karena tidak bisa menahan lapar." Dalam setiap contoh ini, fatur dipahami sebagai kegiatan yang melanggar puasa. Dalam kehidupan sehari-hari, fatur masih menjadi istilah yang relevan, terutama dalam konteks keagamaan. Banyak orang Indonesia yang masih melakukan fatur dalam situasi tertentu, terutama jika merasa perlu melanggar puasa. Oleh karena itu, fatur tetap menjadi istilah yang penting dalam kehidupan sehari-hari.