Arti Kata "forsir" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "forsir" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

forsir

for·sir v, mem·for·sir v memaksakan: jika sakit, janganlah kamu ~ diri untuk bekerja berat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "forsir"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "forsir" dalam Kalimat

1.Sebagai dokter, saya harus meminta pasien untuk tidak memaksakan diri berolahraga jika masih sakit parah.
2.Ibu meminta anaknya untuk tidak memaksakan diri bersekolah jika merasa lelah dan sakit.
3.Dia sangat ingin menyelesaikan proyek ini, tapi temannya memaksanya untuk beristirahat dan tidak memaksakan diri.
4.Bapak meminta anaknya untuk tidak memaksakan diri bermain basket jika masih merasa sakit pergelangan kaki.
5.Dokter meminta pasien untuk tidak memaksakan diri untuk berjalan kaki jika masih belum pulih sepenuhnya dari cedera.

πŸ“š Artikel terkait kata "forsir"

Mengenal Kata 'forsir' - Inspirasi dan Motivasi

ForΒ­sir: Makna Sebenarnya dan Penggunaannya dalam Bahasa Indonesia

Kata forsir sering digunakan dalam bahasa Indonesia, namun makna aslinya seringkali tidak dipahami dengan tepat. Secara umum, forsir berarti memaksakan atau mengharuskan seseorang melakukan sesuatu, terutama jika ada gangguan atau hambatan. Dalam konteks sejarah, forsir berasal dari bahasa Arab, yang berarti "memaksa" atau "meminta". Dalam bahasa Indonesia, forsir sering digunakan dalam kalimat yang mengandung kata-kata seperti "memaksa", "harus", atau "tidak boleh". Misalnya, "forsir saya untuk bekerja pada hari libur" atau "Saya tidak boleh forsir diri untuk melakukan hal yang sangat berat". Contoh lainnya adalah: "Dia forsir saya untuk menghadiri rapat di hari terakhir minggu ini", atau "Forsir saya untuk tidak menonton TV hari ini". Dalam semua contoh tersebut, kata forsir digunakan untuk mengindikasikan bahwa ada tekanan atau keharusan untuk melakukan sesuatu. Dalam kehidupan sehari-hari, forsir memiliki relevansi yang signifikan. Misalnya, ketika kita harus forsir diri untuk menyelesaikan tugas sebelum deadline, atau ketika kita harus forsir orang lain untuk membantu kita dalam keadaan darurat. Dalam budaya Indonesia modern, forsir sering digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti dalam kehidupan profesional, sosial, atau bahkan dalam hubungan pribadi.