Arti Kata "gaflah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "gaflah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

gaflah

gaf·lah Ar v 1 terputus ingatan kpd Allah krn terpengaruh oleh hal-hal yg bersifat materi; lalai; 2 terlena dr jalan kebenaran krn pengaruh keduniaan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "gaflah"

📝 Contoh Penggunaan kata "gaflah" dalam Kalimat

1.Sang pemuka agama menasihati umatnya untuk tidak terjatuh ke dalam kegaflahan dengan harta benda.
2.Dia terlalu gaflah dengan perayaan ulang tahunnya, sehingga lupa hadiah untuk temannya.
3.Dalam cerita rakyat, seorang pemuda jatuh ke dalam kegaflahan karena cinta pada seorang gadis yang kaya.
4.Guru memberikan nasihat agar muridnya tidak terlena oleh kegaflahan dan tetap fokus pada tujuan akademis.
5.Pengusaha sukses membeli rumah mewah, tapi ia merasa gaflah dengan kekayaannya karena tidak pernah mengenal arti kebahagiaan sebenarnya.

📚 Artikel terkait kata "gaflah"

Mengenal Kata 'gaflah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "gaflah" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "gaflah" adalah salah satu kata yang paling sering diucapkan dalam Al-Qur'an, terutama dalam konteks kehidupan sehari-hari. Menurut kamus, kata "gaflah" memiliki arti tingkah laku yang lalai dan terpengaruh oleh hal-hal materi. Dalam konteks sejarah, kata ini pertama kali muncul dalam Al-Qur'an untuk menggambarkan perilaku umat Islam yang telah dilanda kemelut dan kehilangan fokus pada jalan kebenaran.

Contoh Penggunaan Kata "gaflah" dalam Bahasa Indonesia

Kata "gaflah" sering digunakan dalam kalimat yang berbeda untuk menggambarkan perilaku manusia yang terpengaruh oleh hal-hal materi. Contohnya, "Dia menjadi gaflah dan hanya memikirkan keuntungan materi, tidak peduli dengan kehidupan akhirat". Contoh lainnya, "Dia terlena oleh dunia dan menjadi gaflah, tidak lagi memikirkan kebenaran". Dalam beberapa kasus, kata "gaflah" juga digunakan untuk menggambarkan perilaku yang tidak sabar dan tidak sabar dalam menghadapi cobaan.

Relevansi Kata "gaflah" dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "gaflah" masih relevan dan sering digunakan untuk menggambarkan perilaku manusia yang terpengaruh oleh hal-hal materi. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan dalam konteks keuangan, seperti "Dia menjadi gaflah dengan utang dan tidak peduli dengan kehidupan masa depan". Dalam beberapa kasus, kata "gaflah" juga digunakan dalam konteks hubungan, seperti "Dia menjadi gaflah dengan hubungan yang tidak seimbang dan tidak peduli dengan kebahagiaan pasangannya". Dengan demikian, kata "gaflah" masih sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat digunakan untuk menggambarkan perilaku manusia yang terpengaruh oleh hal-hal materi.