Arti Kata "gaga" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "gaga" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

gaga

ga·ga n ladang padi; huma;
-- rancah Tan sistem bercocok tanam dng biji padi yg langsung ditebarkan di ladang yg paling tepat bagi sawah tadah hujan atau tegal

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "gaga"

📝 Contoh Penggunaan kata "gaga" dalam Kalimat

1.Petani di desa itu menggunakan sistem gaga untuk menanam padi di ladang.
2.Pada zaman dulu, para petani menggunakan sistem gaga untuk meningkatkan hasil panen.
3.Dalam budaya tradisional Jawa, gaga dianggap sebagai simbol keberhasilan panen padi.
4.gaga juga digunakan sebagai istilah dalam pertanian untuk menggambarkan sistem bercocok tanam yang efektif.
5.Penggunaan gaga sebagai sistem tanam padi di ladang menjadi salah satu kebiasaan petani di daerah tropis.

📚 Artikel terkait kata "gaga"

Mengenal Kata 'gaga' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Gaga" - Sistem Bercocok Tanam Traditional Indonesia

Kata "gaga" memiliki arti resmi dalam bahasa Indonesia sebagai "sistem bercocok tanam dengan biji padi yang langsung ditebarkan di ladang." Meskipun bukanlah sistem bercocok tanam yang paling modern, namun gaga masih digunakan oleh sejumlah petani di Indonesia, terutama di daerah dengan sistem irigasi tradisional. Dalam masa lalu, sistem bercocok tanam dengan gaga merupakan cara yang efektif untuk menghasilkan padi. Biji padi ditebarkan langsung di ladang, kemudian ditanam dengan cara yang tepat. Cara ini sangat cocok digunakan di sawah tadah hujan atau tegal, karena sistem irigasinya sederhana dan mudah diatur. Sistem bercocok tanam dengan gaga ini masih digunakan oleh sejumlah petani di Indonesia, terutama di daerah yang memiliki kondisi alam yang cocok untuk sistem ini. Dalam kehidupan sehari-hari, sistem bercocok tanam dengan gaga masih memiliki relevansi. Petani yang menggunakan sistem ini biasanya memiliki pengetahuan yang luas tentang cara mengelola tanah dan air. Mereka juga memiliki kemampuan untuk mengatasi berbagai tantangan yang timbul selama proses penanaman. Dengan demikian, sistem bercocok tanam dengan gaga ini masih merupakan contoh dari cara berkelanjutan dalam mengelola sumber daya alam.