Arti Kata "gamuh" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "gamuh" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

gamuh

ga·muh n kendi yg tidak memakai cerat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "gamuh"

📝 Contoh Penggunaan kata "gamuh" dalam Kalimat

1.Pada zaman dulu, warga desa masih menggunakan kendi gamuh untuk mengimpor air dari sungai.
2.Pada hari raya, para jemaah haji menggunakan kendi gamuh untuk mengangkut air suci.
3.Di pasar tradisional, pedagang menjual kendi gamuh sebagai aksesoris unik.
4.Pada masa lalu, warga kota tidak menggunakan kendi gamuh karena lebih nyaman dengan ember plastik.
5.Pada festival budaya, pengunjung membeli kendi gamuh sebagai souvenir untuk kenang-kenangan.

📚 Artikel terkait kata "gamuh"

Mengenal Kata 'gamuh' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "gamuh" - Kendi Tradisional yang Unik

Kata gamuh seringkali menjadi topik perbincangan di kalangan peneliti bahasa Indonesia. Dalam arti resmi, gamuh adalah sebuah kendi yang tidak memakai cerat. Kata ini memiliki sejarah yang panjang dan kaya, dengan catatan pertamanya dapat ditemukan dalam karya sastrawan terkenal Indonesia. Gamuh memiliki makna yang lebih dalam daripada sekedar saja sebuah kendi tanpa cerat. Kata ini juga dapat dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari penduduk Indonesia, terutama di masa lalu ketika air masih diambil dari sumur. Dalam situasi itu, gamuh menjadi alat yang sangat berguna dan penting. Sementara banyak orang menggunakan kendi dengan cerat, ada yang lebih suka menggunakan gamuh karena sifatnya yang lebih sederhana dan tidak menambah biaya. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan kata gamuh dalam kalimat yang alami: "Kakek saya sangat suka menggunakan gamuh untuk meminum air," atau "Gamuh ini sangat berbeda dengan kendi lainnya karena tidak memiliki cerat." Dengan demikian, kita dapat melihat bagaimana kata gamuh memiliki nilai dan makna yang unik dalam kehidupan sehari-hari. Dalam era modern ini, kata gamuh masih relevan dan dapat dihubungkan dengan kesadaran akan pentingnya konservasi air. Banyak orang yang memilih untuk menggunakan gamuh karena sifatnya yang lebih ramah lingkungan dan tidak menambah kerusakan pada lingkungan. Dengan demikian, kita dapat melihat bagaimana kata gamuh memiliki peran yang sangat penting dalam budaya Indonesia modern.