Arti Kata "gepok" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "gepok" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

gepok

ge·pok n, ber·ge·pok-ge·pok n beberapa berkas (ikat, gabung): ia membeli rambutan ~;
ge·pok·an n berkas (uang kertas dsb);
se·ge·pok n segabung; seberkas (uang kertas dsb)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "gepok"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "gepok" dalam Kalimat

1.Pengusaha membeli rambutan secara gepong dari petani di pasar tradisional.
2.Dia mengemas barang-barangnya dalam gepong besar untuk dibawa ke kantor.
3.Di sekolah, anak-anak belajar tentang penggunan gepong sebagai alat untuk mengikat berkas-berkas.
4.Pada acara festival, para penjual menggunakan gepong besar untuk menjual hasil karyanya.
5.Setelah menyelesaikan proyek, tim kerja mengumpulkan segonggong dokumen dan mengikatnya dalam gepong.

πŸ“š Artikel terkait kata "gepok"

Mengenal Kata 'gepok' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "gepok" dalam Bahasa Indonesia

Kata "gepok" memiliki makna yang sangat luas dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata gepok merujuk pada berkas yang disatukan atau digabungkan bersama-sama. Dalam konteks sejarah, kata gepok telah digunakan sejak zaman kolonial Belanda untuk menggambarkan proses pengumpulan uang, seperti rupiah, yang kemudian disatukan menjadi sebesar satu uang kertas. Penggunaan kata gepok dapat dilihat dalam berbagai konteks. Misalnya, seseorang dapat membeli rambutan dengan membayar gepok yang terdiri dari beberapa uang kertas. Dalam kalimat lain, seseorang dapat mengatakan bahwa mereka memiliki gepok uang kertas yang cukup untuk membayar tagihan bulanan. Bahkan, kata gepok juga dapat digunakan untuk menggambarkan proses pengumpulan informasi, seperti gepok data yang terdiri dari beberapa file. Dalam kehidupan sehari-hari, kata gepok memiliki relevansi yang cukup besar. Misalnya, pada masa lalu, orang-orang seringkali menggunakan kata gepok untuk menggambarkan proses pengumpulan uang, seperti membayar pajak atau membayar biaya hidup. Dalam budaya Indonesia modern, kata gepok tetap digunakan dalam berbagai konteks, seperti dalam kalimat "Saya memiliki gepok uang kertas yang cukup untuk membayar tagihan bulanan." Dengan demikian, kata gepok menjadi bagian penting dalam bahasa Indonesia yang digunakan sehari-hari.