Arti Kata "golong" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "golong" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

golong

1go·long v, ber·go·long-go·long v berpuak-puak; berkelompok-kelompok: Kami jadikan manusia itu ~;
meng·go·long v menjadi kelompok-kelompok;
meng·go·long·kan v 1 membagi-bagi atas beberapa golongan; 2 memasukkan ke dl golongan: mereka ~ beliau sbg seorang ulama besar pd zamannya;
ter·go·long v termasuk (dl golongan, kelompok); masuk dl bilangan: ia ~ anak cerdas;
go·long·an n puak; tumpukan; kelompok (orang): yg datang kemari kebanyakan ~ kaya;
~ bangsa sekelompok bangsa (Cina, Arab, dsb); ~ darah jenis darah dl tubuh manusia yg ditentukan berdasarkan sifat-sifat khusus unsur darah itu (ada empat golongan: A, B, AB, dan O); ~ Eropa golongan bangsa yg terdiri atas: 1 orang Belanda; 2 orang Eropa lain yg bukan Belanda; 3 orang-orang bukan Eropa (spt Jepang) yg di negeri asalnya menganut hukum kekeluargaan yg bersifat (bercorak) sama dng Belanda dan dipersamakan dng Belanda; ~ fungsional potensi nasional dl masyarakat Indonesia yg tumbuh dan bergerak secara dinamis yg ikut di dl perwakilan secara efektif guna kelancaran jalannya roda pemerintahan dan stabilitas politik; ~ karya 1 golongan fungsional; 2 (huruf pertama ditulis dng huruf kapital) partai politik berlambang pohon beringin, disingkat Golkar; ~ kepentingan golongan masyarakat yg mempunyai kepentingan khusus di dl negara; ~ mayoritas golongan masyarakat yg terbanyak jumlahnya; ~ merah Pol 1 golongan komunis; 2 golongan Nasrani: dl konflik bernuansa agama itu ~ merah mendapat tekanan dr golongan putih; ~ minoritas golongan masyarakat yg sedikit jumlahnya; ~ penekan golongan masyarakat yg mempunyai kemampuan untuk memaksakan kehendaknya kpd pemerintah; ~ putih Pol 1 warga negara yg menolak memberikan suara dl pemilihan umum sbg tanda protes; 2 golongan muslim: ~ putih berhasil menghalau golongan merah dl konflik itu; ~ (ter)besar golongan mayoritas: ~ (ter)kecil golongan minoritas; ~ Timur Asing golongan bangsa yg tergolong bukan orang Eropa atau bukan orang bumiputra (pribumi) spt Cina, Arab, India, Pakistan;
peng·go·long n kata atau bentuk yg menyatakan kelas kata yg di sampingnya;
peng·go·long·an n proses, cara, perbuatan membagi-bagi atas beberapa golongan: ~ warna kulit dl penerimaan pegawai mendapat tantangan keras dr masyarakat

2go·long v, meng·go·long v menindas: bukan buat menolong, tetapi hendak ~

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "golong"

📝 Contoh Penggunaan kata "golong" dalam Kalimat

1.Kami harus menggolongkan calon karyawan baru berdasarkan kemampuan dan kualifikasi.
2.golongan masyarakat yang memiliki kepentingan khusus di dalam negara seringkali berperan dalam politik.
3.Ia termasuk dalam golongan orang-orang kaya yang memiliki pengaruh besar di masyarakat.
4.Pemerintah harus membagi-bagi sumber daya secara adil kepada seluruh golongan masyarakat.
5.golongan mayoritas di dalam masyarakat memiliki hak untuk memilih pemimpin yang mereka inginkan.

📚 Artikel terkait kata "golong"

Mengenal Kata 'golong' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Golong" - Makna dan Keterampilan dalam Berbagai Konteks

Kata "golong" memiliki makna yang luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Secara etimologis, kata ini berasal dari bahasa Sanskerta dan memiliki arti "berkelompok-kelompok" atau "berpuak-puak". Dalam sejarah, kata ini digunakan untuk menggambarkan proses pembagian masyarakat menjadi kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan dan identitas yang sama. Dalam konteks sosial, kata "golong" digunakan untuk menggambarkan kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki kepentingan, identitas, dan nilai-nilai yang sama. Misalnya, "Saya termasuk golongan pelajar yang rajin" atau "Golongan mahasiswa mengadakan aksi protes untuk memperjuangkan hak-hak mereka". Dalam kalimat-kalimat ini, kata "golong" digunakan untuk menggambarkan proses pembagian masyarakat menjadi kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan dan identitas yang sama. Contoh lainnya, "Golongan mayoritas memiliki kepentingan yang berbeda dengan golongan minoritas" atau "Golongan muda memiliki aspirasi yang berbeda dengan golongan tua". Dalam kalimat-kalimat ini, kata "golong" digunakan untuk menggambarkan proses pembagian masyarakat menjadi kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan dan identitas yang sama. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "golong" memiliki relevansi yang kuat dalam berbagai konteks. Misalnya, dalam konteks politik, kata "golong" digunakan untuk menggambarkan golongan-golongan politik yang memiliki kepentingan dan identitas yang sama. Dalam konteks sosial, kata "golong" digunakan untuk menggambarkan kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki kepentingan dan identitas yang sama. Dalam budaya Indonesia modern, kata "golong" memiliki makna yang lebih kompleks dan luas. Dalam konteks budaya, kata "golong" digunakan untuk menggambarkan proses pembagian masyarakat menjadi kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan, identitas, dan nilai-nilai yang sama. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, kata "golong" digunakan untuk menggambarkan proses pembagian masyarakat menjadi kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan dan identitas yang sama. Dengan demikian, kata "golong" memiliki makna yang luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Dalam berbagai konteks, kata ini digunakan untuk menggambarkan proses pembagian masyarakat menjadi kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan dan identitas yang sama.