Arti Kata "golput" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "golput" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

golput

gol·put n akr golongan putih

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "golput"

📝 Contoh Penggunaan kata "golput" dalam Kalimat

1.Pemilih yang memutuskan untuk tidak memilih suatu golongan politik disebut golput.
2.Pada pemilu tahun lalu, banyak penduduk yang memilih golput karena kecewa dengan pilihan calon.
3.Dalam konteks sejarah, golput adalah simbol perlawanan terhadap penguasa yang tidak adil.
4.Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang yang tidak mau memilih pilihan yang sulit sering disebut golput.
5.Dalam dunia pendidikan, mahasiswa yang tidak aktif dalam perdebatan politik seringkali dianggap golput.

📚 Artikel terkait kata "golput"

Mengenal Kata 'golput' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Golput" - Faktor yang Mempengaruhi Pemilu

Kata "golput" seringkali muncul dalam percakapan politik dan pemilu di Indonesia. Namun, apa sebenarnya arti golput? Kata ini memiliki asal-usul yang menarik, yaitu "golongan putih". Golput sendiri dapat diartikan sebagai suatu golongan yang tidak menghadiri pemungutan suara dalam pemilihan umum. Golput seringkali dikaitkan dengan pemilu di Indonesia. Istilah ini mulai muncul pada tahun 1980-an, ketika Indonesia mengalami masa transisi demokratis. Pada masa itu, banyak pelaku politik yang tidak puas dengan hasil pemilu dan memutuskan untuk tidak menghadiri proses pemungutan suara. Istilah golput pun muncul sebagai cara untuk menggambarkan kelompok orang-orang yang tidak menghadiri pemilu tersebut.

Contoh Penggunaan Kata Golput

Golput dapat digunakan dalam konteks yang berbeda-beda. Berikut beberapa contoh penggunaan kata golput dalam kalimat yang alami: - "Pada tahun 1999, banyak orang yang memilih untuk golput dalam pemilu presiden, karena mereka tidak puas dengan kandidat yang tersedia." - "Pemilu 2014 melihat tingkat golput yang cukup tinggi, terutama di kalangan masyarakat muda." - "Kandidat yang gagal dalam pemilu seringkali dianggap sebagai pemicu golput."

Relevansi Golput dalam Kehidupan Sehari-hari

Golput memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks politik Indonesia. Istilah golput dapat digunakan untuk menggambarkan fenomena yang lebih luas, seperti ketidakpuasan masyarakat terhadap sistem politik yang ada. Dalam beberapa kasus, golput bahkan dianggap sebagai cara untuk mengekspresikan ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah.