Arti Kata "goniometri" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "goniometri" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

goniometri

go·ni·o·me·tri /goniométri/ n teori atau ilmu ukur sudut

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "goniometri"

📝 Contoh Penggunaan kata "goniometri" dalam Kalimat

1.Dalam pelajaran matematika di sekolah, siswa mempelajari konsep dasar goniometri untuk memahami sudut dan segitiga.
2.Seorang insinyur struktur memerlukan pengetahuan goniometri untuk menghitung sudut-sudut dalam bangunan yang akan dibangun.
3.Ilmu astronomi menggunakan prinsip goniometri untuk menghitung jarak dan sudut antara bintang-bintang dan planet.
4.Dalam bidang fotografi, pemotretan panorama memerlukan pengetahuan goniometri untuk mengatur sudut kamera dan lensa.
5.Dalam konteks sehari-hari, seseorang yang ingin membangun rumah membutuhkan pengetahuan dasar goniometri untuk merancang atap dan dinding yang stabil.

📚 Artikel terkait kata "goniometri"

Mengenal Kata 'goniometri' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Goniometri" - Ilmu Ukur Sudut yang Membuka Cakrawala

Goniometri adalah istilah yang mungkin tidak asing bagi para siswa dan mahasiswa di Indonesia, terutama yang mempelajari matematika dan fisika. Kata goniometri berasal dari bahasa Yunani, yaitu "gonia" yang berarti "sudut" dan "metron" yang berarti "ukur". Oleh karena itu, goniometri dapat diartikan sebagai ilmu atau teori tentang ukur sudut. Dalam konteks historis, goniometri berkembang sebagai cabang matematika yang mempelajari tentang perbandingan antara panjang sisi-sisi dalam suatu segitiga. Ilmu ini sangat penting dalam bidang fisika, astronomi, dan teknik, karena dapat membantu dalam analisis dan perhitungan sudut-sudut yang terkait dengan fenomena alam. Contoh penggunaan kata goniometri dalam kalimat yang alami adalah: * "Mahasiswa tersebut mempelajari goniometri sebagai salah satu mata kuliah wajib di jurusan fisika." * "Goniometri digunakan dalam perancangan struktur bangunan untuk menghitung sudut-sudut yang terkait dengan kestabilan struktur." * "Siswa SMP mempelajari konsep dasar goniometri untuk memahami tentang perhitungan sudut-sudut dalam segitiga." Dalam kehidupan sehari-hari, goniometri memiliki relevansi yang cukup signifikan. Misalnya, dalam bidang fotografi, goniometri digunakan untuk menghitung sudut-sudut yang terkait dengan pembentukan bayangan. Hal ini sangat penting dalam menciptakan efek yang sesuai dengan keinginan fotografer. Selain itu, goniometri juga digunakan dalam bidang arsitektur untuk menghitung sudut-sudut yang terkait dengan desain bangunan. Dalam kesimpulan, goniometri adalah ilmu yang sangat penting dalam bidang matematika dan fisika. Ilmu ini membuka cakrawala bagi para siswa dan mahasiswa untuk memahami tentang perhitungan sudut-sudut yang terkait dengan fenomena alam.