Arti Kata "gula di mulut" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "gula di mulut" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

gula di mulut

Peribahasa sudah dalam kekuasaan kita

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "gula di mulut"

📝 Contoh Penggunaan kata "gula di mulut" dalam Kalimat

1.Kita telah memiliki kekuasaan untuk mengatur keuangan negara.
2.Saya rasa gula di mulut kami sudah cukup untuk menikmati liburan.
3.Perlu diingat bahwa kekuasaan juga melibatkan tanggung jawab yang besar.
4.Dalam peraturan baru, gula di mulut pemerintah telah meningkatkan pajak untuk pendidikan.
5.Pada akhirnya, kekuasaan bukanlah tentang memiliki kekuasaan, tetapi bagaimana menggunakan gula di mulut yang sudah ada.

📚 Artikel terkait kata "gula di mulut"

Mengenal Kata 'gula di mulut' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Gula di Mulut" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "gula di mulut" seringkali digunakan dalam konteks peribahasa yang mengandung makna penting. Secara umum, "gula di mulut" berarti sesuatu yang sudah dalam kekuasaan atau kendali kita. Makna ini telah ada sejak lama, terutama dalam masyarakat tradisional Indonesia, di mana gula dianggap sebagai bahan makanan yang lezat dan berharga. Dalam konteks sejarah, "gula di mulut" mungkin mengacu pada kekuasaan atau kendali yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok tertentu. Misalnya, ketika sebuah keluarga memiliki kebun gula yang luas, maka mereka memiliki kendali atas sumber daya alam yang berharga tersebut. Dengan demikian, "gula di mulut" menjadi sinonim dengan kekuasaan dan kontrol.

Penggunaan Kata "Gula di Mulut" dalam Kalimat yang Alami

Dalam kehidupan sehari-hari, "gula di mulut" seringkali digunakan dalam kalimat yang mengandung makna penting. Contohnya, jika kita mengatakan "Saya memiliki gula di mulut untuk menyelesaikan proyek ini," maka kita berarti bahwa kita memiliki kendali atas proyek tersebut dan dapat menyelesaikannya dengan mudah. Contoh lain adalah ketika kita mengatakan "Dia memiliki gula di mulut untuk menyelesaikan konflik ini," maka kita berarti bahwa dia memiliki kendali atas situasi dan dapat menyelesaikan konflik tersebut dengan mudah.

Relevansi Kata "Gula di Mulut" dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam budaya Indonesia modern, "gula di mulut" masih digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, ketika kita mengatakan "Saya memiliki gula di mulut untuk menyelesaikan tugas ini," maka kita berarti bahwa kita memiliki kendali atas tugas tersebut dan dapat menyelesaikannya dengan mudah. Dalam kehidupan sehari-hari, "gula di mulut" dapat menjadi inspirasi dan motivasi untuk kita mencapai tujuan. Dengan memiliki gula di mulut, kita dapat memiliki kendali atas situasi dan dapat menyelesaikan masalah dengan mudah. Oleh karena itu, "gula di mulut" tetap relevan dalam kehidupan sehari-hari kita.