Arti Kata "hukum syarak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "hukum syarak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

hukum syarak

hukum Islam

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "hukum syarak"

📝 Contoh Penggunaan kata "hukum syarak" dalam Kalimat

1.Dalam konteks keagamaan, hukum syarak menjadi pedoman utama dalam kehidupan sehari-hari.
2.Di negara-negara dengan mayoritas masyarakat Islam, hukum syarak sering digunakan sebagai dasar hukum nasional.
3.Dalam perdebatan ilmiah, ulama dan penulis membandingkan hukum syarak dengan hukum positif sebagai cara untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
4.Pada masa kolonial, pemerintah Barat mencoba mengabrogasi hukum syarak dengan hukum positif mereka sebagai cara untuk menguasai wilayah.
5.Dalam konteks pendidikan, mahasiswa diharapkan bisa memahami dan menerapkan hukum syarak dalam kehidupan sehari-hari.

📚 Artikel terkait kata "hukum syarak"

Mengenal Kata 'hukum syarak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Hukum Syarak" - Inspirasi dan Motivasi

Definisi dan Konteks Hukum Syarak

Hukum syarak adalah istilah bahasa Indonesia yang berasal dari kata "syarak" dalam bahasa Arab, yang berarti "jalan yang lurus" atau "hukum Islam". Dalam konteks sejarah, hukum syarak berkembang sebagai sistem hukum Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dan dikembangkan oleh para ulama dan pemerintahan Islam di masa lalu. Hukum syarak memiliki tujuan untuk membimbing umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan memenuhi kewajiban-kewajiban agama.

Penggunaan Hukum Syarak dalam Kehidupan Sehari-Hari

Hukum syarak tidak hanya berlaku dalam konteks agama, tetapi juga dapat digunakan dalam berbagai aspek kehidupan. Misalnya, ketika kita berbicara tentang hukum syarak dalam konteks keluarga, kita dapat mengatakan bahwa "Kami mengikuti hukum syarak dalam menentukan hukum waris untuk saudara-saudara kami". Atau, ketika kita berbicara tentang hukum syarak dalam konteks sosial, kita dapat mengatakan bahwa "Masyarakat kita harus menghormati hukum syarak dalam menangani kasus perceraian".

Relevansi Hukum Syarak dalam Kehidupan Modern

Dalam kehidupan modern, hukum syarak masih relevan dan memiliki pengaruh signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Misalnya, dalam konteks ekonomi, banyak perusahaan dan lembaga keuangan yang mengadopsi hukum syarak sebagai pedoman dalam melakukan transaksi dan kegiatan bisnis. Dalam konteks politik, pemerintah Indonesia telah menetapkan hukum syarak sebagai salah satu sumber hukum yang digunakan dalam pembuatan peraturan-peraturan di bidang agama dan hukum adat.