Arti Kata "jajal" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jajal" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jajal

ja·jal v, men·ja·jal v mencoba; menguji; mengetes: pelatih ~ kepandaiannya bermain silat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jajal"

📝 Contoh Penggunaan kata "jajal" dalam Kalimat

1.Saya akan mencoba membuat kalimat-kalimat menggunakan kata "jajal" dengan makna dan konteks berbeda.
2.Saya akan memulai dengan memuji kemampuan silat pelatih baru: Pelatih baru itu terbukti sangat keren setelah saya jajal kemampuannya bermain silat.
3.Sehari-hari, saya sering mencoba makanan baru: Saya akan jajal menu barunya di restoran itu untuk melihat apakah enak atau tidak.
4.Seorang penulis sastra menguji karya baru: Penulis itu mengatakan bahwa novel barunya adalah hasil jajalannya dalam mencari tema yang menarik.
5.Guru sekolah mencoba metode baru: Guru itu akan jajal metode baru dalam mengajar matematika untuk melihat apakah efektif atau tidak.

📚 Artikel terkait kata "jajal"

Mengenal Kata 'jajal' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "jajal" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "jajal" memiliki makna umum yang sangat luas dalam bahasa Indonesia. Dalam arti resmi, "jajal" berarti mencoba, menguji, atau mengetes sesuatu. Kata ini telah ada sejak zaman kolonial Belanda dan digunakan dalam berbagai konteks, termasuk dalam bidang olahraga, sains, dan bahkan dalam kehidupan sehari-hari. **Menguji Kemampuan** Kata "jajal" sering digunakan untuk menguji kemampuan seseorang dalam melakukan sesuatu. Misalnya, "Pelatih sepak bola itu jajal kemampuan pemain baru untuk melihat apakah mereka layak untuk bergabung dengan tim." Dalam kalimat ini, kata "jajal" digunakan untuk menggambarkan proses menguji kemampuan pemain baru. Atau, "Peneliti sains itu jajal efektivitas obat baru dengan melakukan uji klinis." Dalam contoh ini, kata "jajal" digunakan untuk menggambarkan proses menguji efektivitas obat baru. **Dalam Kehidupan Sehari-Hari** Kata "jajal" juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, "Saya jajal makanan baru di restoran itu dan ternyata sangat lezat!" Dalam kalimat ini, kata "jajal" digunakan untuk menggambarkan proses mencoba makanan baru. Atau, "Saya jajal berjalan kaki ke kantor untuk meningkatkan kesehatan saya." Dalam contoh ini, kata "jajal" digunakan untuk menggambarkan proses mencoba berjalan kaki ke kantor. Dalam budaya Indonesia modern, kata "jajal" memiliki makna yang sangat positif. Dalam konteks ini, kata "jajal" digunakan untuk menggambarkan proses mencoba sesuatu yang baru dan menantang. Misalnya, "Saya jajal belajar bermain gitar untuk meningkatkan keterampilan saya." Dalam contoh ini, kata "jajal" digunakan untuk menggambarkan proses mencoba belajar bermain gitar.