Arti Kata "jebah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jebah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jebah

je·bah /jébah/, ber·je·bah a berlebih-lebihan; terdapat di mana-mana (tt barang dagangan)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jebah"

📝 Contoh Penggunaan kata "jebah" dalam Kalimat

1.Kami harus berhati-hati agar tidak jebah dengan belanja di pasar malam.
2.Penjual itu jebah dengan menawarkan produk-produk yang tidak perlu.
3.Di pasar tradisional, penjual makanan terkenal jebah dengan aneka ragam makanan yang lezat.
4.Mereka tidak seharusnya jebah dengan mempromosikan produk yang tidak berkualitas.
5.Para pedagang di pasar itu jebah dengan menawarkan harga yang sangat murah.

📚 Artikel terkait kata "jebah"

Mengenal Kata 'jebah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Jebah" - Bahasa Indonesia yang Unik

Kata "jebah" adalah salah satu kata asli dari Bahasa Indonesia yang memiliki makna unik dan khas. Dalam arti resmi, "jebah" berarti melakukan sesuatu dengan berlebih-lebihan atau terdapat di mana-mana, khususnya dalam konteks barang dagangan. Sejarahnya, kata ini muncul pada masa kolonial Belanda, ketika para pedagang Belanda mengunjungi Indonesia dan menemukan bahwa para pedagang lokal memiliki kebiasaan menjual barang-barang dengan berlebih-lebihan. Jebah dalam Konteks Sejarah dan Sosial Pada masa lalu, kata "jebah" digunakan untuk menggambarkan kebiasaan para pedagang lokal yang menjual barang-barang dengan berlebih-lebihan, sehingga menimbulkan kesan bahwa barang-barang tersebut sangat mudah ditemukan di mana-mana. Dalam konteks ini, kata "jebah" memiliki makna yang positif, karena menggambarkan kemampuan pedagang lokal untuk meningkatkan penjualan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Contoh Penggunaan Kata "Jebah" - "Setiap hari ada jebah barang-barang di pasar tradisional." - "Pedagang itu dikenal dengan jebahnya dalam menjual produk-produk kreatif." - "Kami mencari tempat yang tidak jebah dengan banyak sekali barang-barang yang tidak perlu." Relevansi Kata "Jebah" dalam Kehidupan Sehari-Hari Kata "jebah" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks ekonomi dan bisnis. Dalam era digital saat ini, kata "jebah" digunakan untuk menggambarkan kebiasaan para pedagang online yang menjual barang-barang dengan berlebih-lebihan, sehingga menimbulkan kesan bahwa barang-barang tersebut sangat mudah ditemukan di mana-mana. Selain itu, kata "jebah" juga digunakan dalam konteks budaya Indonesia modern, seperti dalam lagu-lagu atau sajak-sajak yang menggambarkan kebiasaan masyarakat Indonesia dalam menjual barang-barang dengan berlebih-lebihan.