Arti Kata "jerubung" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jerubung" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jerubung

je·ru·bung n Lay penutup muatan pd perahu (dibuat dr tikar, kajang, kain mota, dsb)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jerubung"

📝 Contoh Penggunaan kata "jerubung" dalam Kalimat

1.Pada perahu tradisional, penjual kepingan es menggunakan jerubung untuk menutup muatan.
2.Pada musim hujan, para petani harus memperkuat jerubungnya agar tidak terendam air.
3.jerubung yang kusam dan rapuh akan membuat air hujan langsung masuk ke dalam perahu.
4.Sebagai kegiatan ekstrakurikuler, siswa harus membuat jerubung dari bahan-bahan alami untuk memenuhi tugas proyek.
5.Pada pagi hari, para nelayan akan memeriksa jerubung mereka sebelum melaut ke laut lepas.

📚 Artikel terkait kata "jerubung"

Mengenal Kata 'jerubung' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "jerubung" - Penutup Muatan Perahu Tradisional

Kata "jerubung" memiliki makna yang sangat spesifik dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks sejarah dan budaya, jerubung merujuk pada lay penutup muatan pada perahu, biasanya dibuat dari bahan alami seperti tikar, kajang, atau kain. Penutup ini memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan keselamatan penumpang selama berlayar. Dalam perahu-perahu tradisional, jerubung sering kali dibuat dengan tangan oleh nakhoda atau awak perahu, yang kemudian diisi dengan muatan seperti beras, gula, atau bahkan hewan. Jerubung sering digunakan dalam kalimat sehari-hari, seperti ketika seseorang mengatakan, "Perahu itu harus memiliki jerubung yang kuat agar muatannya tidak terbalik saat berlayar di laut yang berat." Atau, "Jerubung perahu tersebut tidak tertutup dengan baik, sehingga air laut masuk ke dalam perahu." Dengan demikian, jerubung menjadi bagian penting dalam kehidupan nelayan dan masyarakat pesisir. Dalam kehidupan sehari-hari, jerubung masih memiliki relevansi penting. Banyak perahu yang masih menggunakan jerubung sebagai penutup muatan, terutama di daerah-daerah yang masih terpencil dan belum terjamah oleh teknologi modern. Selain itu, jerubung juga memiliki nilai estetika yang tinggi, karena sering kali dibuat dengan tangan dan memiliki desain yang unik. Dalam budaya Indonesia modern, jerubung telah menjadi simbol kearifan lokal dan kebudayaan yang patut dihargai.