Arti Kata "jeruk jari buddha" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jeruk jari buddha" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jeruk jari buddha

jeruk yang rasanya pahit getir, berkulit tebal dan berbenjol-benjol yang benjolannya tersusun rapi menyerupai bentuk jari tangan yang sedang setengah menggenggam; jeruk kuku macan; Medica var sarcodactylis

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jeruk jari buddha"

📝 Contoh Penggunaan kata "jeruk jari buddha" dalam Kalimat

1.Kami menemukan jeruk jari buddha di pasar tradisional, rasanya pahit getir.
2.Pengusaha lokal memilih jeruk jari buddha sebagai varietas unggulan untuk dijual di pasar.
3.Dalam buku tumbuhan, jeruk jari buddha disebut sebagai Medica var sarcodactylis karena bentuk benjolannya unik.
4.Dosen botani menjelaskan tentang perbedaan antara jeruk jari buddha dan jeruk lainnya.
5.Saat berjalan di kebun, aku menemukan jeruk jari buddha yang masih berbunga indah.

📚 Artikel terkait kata "jeruk jari buddha"

Mengenal Kata 'jeruk jari buddha' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Jeruk Jari Buddha" - Inspirasi dan Motivasi

Makna Umum dan Konteks Historis

Jeruk jari Buddha adalah salah satu jenis jeruk yang unik dan menarik perhatian. Nama "jeruk jari Buddha" berasal dari bentuk kulitnya yang tebal dan berbenjol-benjol, menyerupai jari tangan yang sedang setengah menggenggam. Jeruk ini juga dikenal sebagai jeruk kuku macan atau Medica var sarcodactylis. Dalam konteks historis, jeruk jari Buddha telah digunakan sebagai simbol kebijaksanaan dan kesabaran dalam tradisi Buddha.

Contoh Penggunaan Kata "Jeruk Jari Buddha"

Kata "jeruk jari Buddha" sering digunakan dalam kalimat yang alami untuk menggambarkan sesuatu yang unik dan menarik. Contoh penggunaan kata ini adalah: "Jeruk jari Buddha ini memiliki rasa yang sangat pahit getir, tapi aroma yang harum dan menenangkan." Atau, "Dalam tradisi Buddha, jeruk jari Buddha dianggap sebagai simbol kebijaksanaan dan kesabaran." Selain itu, kata ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki sifat bijak dan sabar.

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Jeruk jari Buddha memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari kita. Bukan hanya sebagai buah yang unik, jeruk ini juga dapat digunakan sebagai inspirasi dan motivasi untuk menjadi lebih bijak dan sabar. Dalam budaya Indonesia modern, jeruk jari Buddha sering digunakan sebagai simbol kebijaksanaan dan kesabaran dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penting untuk mengenal dan memahami makna dan konteks historis dari kata "jeruk jari Buddha".