Arti Kata "jumhur" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jumhur" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jumhur

jum·hur n golongan terbanyak (ulama dsb): -- ulama

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jumhur"

📝 Contoh Penggunaan kata "jumhur" dalam Kalimat

1.jumhur ulama setempat menyerukan agar masyarakat menghindari kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri.
2.Dalam masyarakat, jumhur penduduk di kota ini sangat peduli dengan kualitas lingkungan mereka.
3.Dalam kehidupan sehari-hari, jumhur orang berbicara tentang pentingnya memiliki kemampuan ekonomi yang kuat.
4.Dalam konteks pendidikan, jumhur mahasiswa membutuhkan bantuan dana untuk melanjutkan studinya.
5.Peraturan pemerintah ditetapkan agar jumhur masyarakat mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran penyakit.

📚 Artikel terkait kata "jumhur"

Mengenal Kata 'jumhur' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Jumhur" - Inspirasi dari Ulama Terkemuka

Dalam bahasa Indonesia, "jumhur" memiliki arti resmi sebagai golongan terbanyak, biasanya mengacu pada ulama atau tokoh agama lainnya. Kata ini memiliki sejarah yang panjang dan kompleks, terutama dalam konteks budaya dan keagamaan Indonesia. Pada awalnya, jumhur merujuk pada kebanyakan umat Islam yang mengikuti ajaran agama dan tradisi yang sama. Dalam konteks sosial, jumhur sering digunakan untuk menggambarkan kesepakatan dan keputusan yang diambil oleh mayoritas anggota masyarakat. Jumhur sebagai istilah yang digunakan dalam konteks keagamaan, sering kali mengacu pada ulama yang dihormati dan dianggap sebagai penjaga ajaran agama. Mereka yang termasuk dalam golongan jumhur biasanya memiliki peran penting dalam masyarakat, terutama dalam hal penyebaran ilmu dan pengetahuan agama. Penggunaan kata "jumhur" dalam kalimat alami dapat dilihat dalam contoh berikut: "Pada masa lalu, ulama yang termasuk dalam golongan jumhur sering kali mengadakan diskusi dan debat untuk menyelesaikan masalah agama yang kompleks." Atau, "Golongan jumhur pada umumnya memiliki pandangan yang sama dalam hal penyebaran ilmu agama." Contoh lainnya adalah: "Pada acara diskusi agama, jumhur ulama hadir untuk memberikan penjelasan dan bimbingan kepada para peserta." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "jumhur" masih relevan dan sering digunakan dalam konteks keagamaan dan budaya Indonesia modern. Misalnya, dalam kontes debat agama, peserta sering kali harus mengacu pada jumhur ulama untuk mendukung argumen mereka. Selain itu, kata "jumhur" juga sering digunakan dalam konteks budaya, seperti dalam upacara adat atau perayaan agama, dimana jumhur ulama diundang untuk menghadiri dan memberikan penjelasan tentang makna dan tujuan acara tersebut. Dengan demikian, kata "jumhur" tetap menjadi bagian penting dalam budaya dan kehidupan sehari-hari Indonesia.