Arti Kata "jung pecah yu yang kenyang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jung pecah yu yang kenyang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jung pecah yu yang kenyang

Peribahasa jika negeri tidak berpemerintahan atau terjadi huru-hara, orang-orang jahatlah yang akan beruntung

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jung pecah yu yang kenyang"

📝 Contoh Penggunaan kata "jung pecah yu yang kenyang" dalam Kalimat

1.Dalam situasi krisis, negeri yang tidak berpemerintahan seringkali dihantui oleh jung pecah yu yang kenyang.
2.Pemerintah harus berhati-hati agar tidak memberikan keuntungan kepada mereka yang tidak berintegritas.
3.Ketika krisis ekonomi melanda, orang-orang berhati-hati agar tidak menjadi mangsa dari jung pecah yu yang kenyang.
4.Dalam peribahasa itu, diindikasikan bahwa orang-orang jahatlah yang akan beruntung pada situasi yang tidak terduga.
5.Dengan demikian, kita harus lebih waspada dan bijak dalam menghadapi situasi yang tidak terduga agar tidak terjebak oleh jung pecah yu yang kenyang.

📚 Artikel terkait kata "jung pecah yu yang kenyang"

Mengenal Kata 'jung pecah yu yang kenyang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "jung pecah yu yang kenyang" - Inspirasi dan Motivasi

Peribahasa "jung pecah yu yang kenyang" adalah salah satu contoh peribahasa yang terkenal dalam bahasa Indonesia. Peribahasa ini memiliki makna yang sangat relevan dengan kondisi sosial dan politik pada masa lalu. Menurut kamus bahasa Indonesia, peribahasa ini memiliki arti "jika negeri tidak berpemerintahan atau terjadi huru-hara, orang-orang jahatlah yang akan beruntung". Peribahasa ini menggambarkan bagaimana pada masa-masa yang tidak stabil, orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan korupsi dapat menikmati keuntungan dan kekuasaan. **Mengapa Peribahasa "jung pecah yu yang kenyang" Tetap Relevan? Peribahasa "jung pecah yu yang kenyang" masih relevan dengan kehidupan sehari-hari kita. Pada masa-masa ini, kita masih melihat adanya korupsi dan kecurangan yang marak di berbagai lapisan masyarakat. Peribahasa ini mengingatkan kita bahwa kita harus selalu waspada dan tidak membiarkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk menikmati keuntungan dan kekuasaan. Dengan demikian, kita dapat menjaga kestabilan dan kemakmuran negeri kita. **Contoh Penggunaan Peribahasa "jung pecah yu yang kenyang" dalam Kalimat Peribahasa "jung pecah yu yang kenyang" dapat digunakan dalam kalimat-kalimat yang berbeda untuk menggambarkan situasi yang tidak stabil dan korupsi. Contohnya, "Dalam keadaan **jung pecah yu yang kenyang**, banyak orang yang tidak bertanggung jawab dapat menikmati keuntungan dan kekuasaan". Atau, "Kondisi **jung pecah yu yang kenyang** dapat menyebabkan kehancuran negeri kita". Dengan demikian, kita dapat menggunakan peribahasa ini untuk mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga kestabilan dan kemakmuran negeri kita. Dalam kesimpulan, peribahasa "jung pecah yu yang kenyang" masih sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari kita. Dengan memahami makna dan konteks sejarahnya, kita dapat menggunakan peribahasa ini untuk mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga kestabilan dan kemakmuran negeri kita.