Arti Kata "kacir" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kacir" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kacir

ka·cir, me·nga·cir v pergi tanpa pamit (melarikan diri) krn malu (takut dsb)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kacir"

📝 Contoh Penggunaan kata "kacir" dalam Kalimat

1.Siswa di sekolah itu sering kacir karena takut menerima teguran dari guru.
2.Sangat malu jika teman-teman menyadari bahwa kamu kacir dari rapat kerja tanpa memberi tahu mereka.
3.Pada zaman dulu, anak muda sering kacir dari rumah untuk mencari kebahagiaan di luar.
4.Sebagai seorang pengajar, dia menyarankan kepada muridnya agar tidak terburu-buru kacir dari sekolah tanpa melaksanakan tugas yang sudah diberikan.
5.Dalam novel itu, tokoh utama kacir dari rumahnya karena tidak ingin menghadapi masalah yang telah terjadi.

📚 Artikel terkait kata "kacir"

Mengenal Kata 'kacir' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kacir" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "kacir" seringkali digunakan dalam konteks pernikahan atau hubungan asmara. Kata ini memiliki makna yang kaya dan kompleks, serta memiliki konteks historis dan sosial yang menarik untuk dikaji. Kata "kacir" sendiri berasal dari bahasa Sunda, yang berarti melarikan diri atau pergi tanpa pamit karena malu atau takut. Dalam konteks sosial, kata "kacir" seringkali digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang menolak untuk bertanggung jawab atau menghindari konsekuensi dari tindakan mereka.

Contoh Penggunaan Kata "kacir" dalam Kalimat

Kata "kacir" seringkali digunakan dalam kalimat yang alami dan menarik. Contoh penggunaan kata "kacir" dalam kalimat adalah: - Ia menjadi kacir setelah mengetahui bahwa pacarnya telah mengkhianatinya. - Gadis itu menjadi kacir karena merasa malu setelah mengetahui bahwa pacarnya telah berbicara dengan wanita lain. - Ia menjadi kacir karena takut menghadapi konsekuensi dari tindakan yang telah dilakukannya.

Kata "kacir" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "kacir" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari atau budaya Indonesia modern. Dalam beberapa kasus, kata "kacir" digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang menolak untuk bertanggung jawab atau menghindari konsekuensi dari tindakan mereka. Contoh ini dapat dilihat dalam konteks pernikahan atau hubungan asmara, di mana seseorang menolak untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka atau menghindari konsekuensi dari tindakan mereka.