Arti Kata "kadim" Menurut KBBI
Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kadim" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
kadim
1ka·dim ark a 1 terdahulu dr tiap-tiap permulaan; awal dr segala permulaan yg tidak terbatas oleh masa: Allah sbg pencipta makhluk bersifat --; 2 pasti, tentu (tt perkara atau janji): hanya Allah yg bersifat --
2ka·dim Ar n waktu yg akan datang; kemudian hari; kelak;
me·nga·dim·kan v meramalkan; memastikan (tt yg akan datang: saya tidak dapat ~ melainkan hanya berharap agar ia selamat sampai ke tujuan
3ka·dim Ar n saudara dekat; kerabat;
se·ka·dim n seketurunan; dekat (tt pertalian keluarga): dia dan aku adalah saudara ~
Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kadim"
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kadim"
📝 Contoh Penggunaan kata "kadim" dalam Kalimat
1.kadim adalah konsep yang sangat penting dalam agama Islam, yang menjelaskan bahwa Allah memiliki wujud yang tidak dapat dipahami oleh manusia.
2.Pakar sejarah menggunakan istilah "kadim" untuk menggambarkan masa-masa awal dalam sejarah manusia yang tidak dapat dipastikan.
3.Dalam puisi klasik, penyair menggunakan kata "kadim" untuk menggambarkan keindahan alam semesta yang tidak dapat dilukiskan.
4.Dalam konteks pendidikan, guru menjelaskan konsep "kadim" sebagai awal dari segala sesuatu yang tidak dapat diukur oleh waktu.
5.Dalam percakapan sehari-hari, seseorang dapat mengatakan bahwa hanya Allah yang bersifat "kadim" sebagai pencipta segala sesuatu.