Arti Kata "kasus objektif" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kasus objektif" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kasus objektif

Istilah linguistik istilah untuk bentuk kasus miring (non Nominatif), dipertentangkan dengan kasus subjektif

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kasus objektif"

📝 Contoh Penggunaan kata "kasus objektif" dalam Kalimat

1.Dalam kasus objektif, dia melihat pohon itu sebagai objek yang dapat dinikmati.
2.Dia menjelaskan bahwa teori fisika harus dipahami dalam konteks kasus objektif.
3.Dalam bahasa, kasus objektif digunakan untuk menunjukkan bahwa kata kerja diarahkan kepada objek.
4.Siswa harus memahami perbedaan antara kasus objektif dan subjektif dalam grammar.
5.kasus objektif digunakan dalam kalimat aktif untuk menunjukkan objek yang diperlakukan.

📚 Artikel terkait kata "kasus objektif"

Mengenal Kata 'kasus objektif' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Kasus Objektif" - Pengertian dan Contoh

Kata "kasus objektif" merupakan istilah linguistik yang merujuk pada bentuk kasus miring (non Nominatif) yang dipertentangkan dengan kasus subjektif. Dalam konteks historis, konsep kasus objektif telah berkembang sejak abad ke-19 sebagai bagian dari analisis tata bahasa. Pada saat itu, para ilmuwan linguistik mulai mengidentifikasi dan membedakan antara kasus subjektif dan objektif dalam bahasa. Kasus objektif memiliki makna yang spesifik dan berbeda dari kasus subjektif. Dalam kalimat, kasus objektif biasanya digunakan untuk menerangkan subjek yang menerima tindakan dari subjek lain. Berikut beberapa contoh penggunaan kata kasus objektif dalam kalimat yang alami: - "Dia memberikan buku tersebut kepada temannya." Dalam kalimat ini, "temannya" merupakan kasus objektif karena menerima tindakan memberikan dari subjek "dia". - "Kita akan menulis makalah ini untuk proyek akhir." Dalam kalimat ini, "makalah ini" merupakan kasus objektif karena menerima tindakan menulis dari subjek "kita". - "Saya akan memberikan hadiah kepada ibu saya pada hari ulang tahunnya." Dalam kalimat ini, "ibu saya" merupakan kasus objektif karena menerima tindakan memberikan dari subjek "saya". Dalam kehidupan sehari-hari, kata kasus objektif memiliki relevansi yang signifikan, terutama dalam komunikasi dan penulisan. Dengan memahami konsep kasus objektif, kita dapat menyajikan informasi yang lebih jelas dan akurat dalam kalimat. Selain itu, pemahaman tentang kasus objektif juga dapat membantu dalam analisis tata bahasa dan sintaksis dalam bahasa Indonesia.